Home » Peristiwa » Nasional

Rame-rame Keluar Pansus, Tugas Selesai

print this page Selasa, 17/10/2017 | 18:06

Ilustrasi

RILIS.ID, Jakarta— Beberapa Partai menyatakan akan mundur dari Pansus Angket KPK. Diantaranya, Golkar, PPP dan Hanura. Menurut Pakar Hukum Universitas Airlangga, I Wayan Titib, mundurnya partai ini kemungkinan disebabkan misi politik telah selesai dilaksanakan. 

Misi politik apa yang diagendakan para partai ini? Menurut Wayan, publik sudah disajikan dengan jelas, bahwa Pansus Angket KPK dibentuk bertepatan dengan kasus yang menjerat Ketua DPR RI, Setya Novanto. 

"Misi politik lain sebenarnya yakni penyelamatan Setya Novanto. Kalau Setya Novanto selamat mereka mulai menarik diri dan selesaikan tugas pansus," jelasnya kepada rilis.id, Kamis (12/10/2017).

Wayan juga menjelaskan, wacana ini kembali memunculkan perdebatan di kalangan masyarakat. Perdebatan terutama bertumpu pada dugaan-dugaan kepentingan politik di dalamnya.

"Wajar kalangan masyarakat memperdebatkan wacana mundurnya partai politik dari pansus, setelah berjalan," sergahnya.

Wayan menuturkan ruh lembaga DPR adalah politik. Dimana di dalamnya ada fraksi-fraksi politik. Satu sisi, memang dalam beberapa hal pandangan tidak selaras. Sisi lain, jika kepentingan bertemu, maka deal politik terjadi.

"Apakah ini memang berlandaskan pada pertimbangan dampaknya terhadap publik atau justru hanya memuluskan agenda politik fraksi tertentu?" tanya Wayan.

Lalu, sambung Wayan, partai politik mulai tumbuh kesadaran, bahwa keberadaan pansus KPK menggerus elektabilitas parpol. Sehingga perlu diakhiri. 

"Mulai tumbuh kesadaran elektabilitas tergerus akibat bergabung di pansus," kata dia.

Terpisah, Pengamat Hukum Universitas Lampung (Unila), Yusdianto mengatakan setuju langkah parpol untuk mengevaluasi Pansus Angket KPK, bukan menarik anggotanya. Bagi Yusdianto hal tersebut sudah terlambat.

"Sudah terlambat untuk menarik kader, karena terkesan ada bargaining positition antarparpol," tukas dia.

Kompak Bicara Keluar Pansus

“Tak ada hubungan dengan rencana keluarnya Hanura dikarenakan keluarnya Golkar dan PPP. Pansus sudah tak urgensi lagi saat ini, dan saya rasa Hanura akan menarik diri,” kata Sekjen Partai Hanura, Sarifudin Sudding, saat dihubungi rilis.id, Kamis (12/10/2017).

Partai Golkar yang mengawali wacana, menegaskan keberadaan Pansus Hak Angket KPK dinilai tidak ada manfaatnya bagi cita-cita dan misi dari Partai Golkar.

“Tadi saya sudah sampaikan di forum agar DPP Golkar mengambil sikap menghentikan Pansus Hak Angket KPK. Karena bagi saya tidak ada manfaatnya buat cita-cita dan misi Partai Golkar dalam rangka menciptakan clean goverment dan pemberantasan korupsi,” kata Korbid Pemenangan Pemilu (PP) Indonesia I (Jawa dan Sumatera), Nusron Wahid di DPP Partai Golkar, Rabu (11/10/2017).

Selain itu, Ia juga beralasan, rakyat menghendaki pemerintahan yang bersih. Dan terbukti, selama ada KPK, itu mampu meningkatkan pemerintahan yang bersih. 

Sementara itu, PPP berharap Pansus Angket KPK ini cepat selesai. Sekjen PPP, Arsul Sani menegaskan partai berlambang Ka'bah ini akan menarik diri dari pansus, jika satu fraksi lagi selain Golkar akan mundur. 

"Jika itu terjadi, maka PPP akan mundur juga," tegas Arsul Sani.

Penulis Zulhefi Sikumbang
Editor Sukarjito

Tags:

Pansus KPK