logo rilis
Ramadan 2018, Inflasi Tahunan Indonesia di Bawah Prediksi
Kontributor
Elvi R
05 Juni 2018, 11:08 WIB
Ramadan 2018, Inflasi Tahunan Indonesia di Bawah Prediksi
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Chief Market Strategist FXTM Hussein Sayed menyebut, inflasi tahunan Indonesia melambat di bulan Mei. Kenaikan harga pangan tidak terlalu drastis walaupun permintaan meningkat di bulan Ramadan. 

Harga konsumen naik 3,23 persen year on year (YoY) di bulan Mei, di bawah prediksi 3,50 persen dan menurun dari level tahunan di bulan April yaitu 3,41 persen. Inflasi masih aman di rentang target tahunan Bank Indonesia yaitu 2,5 persen-4,5 persen dan Rupiah mulai menguat.

"Jadi BI mungkin kembali ke posisi kebijakan netral sebelum akhir tahun. Ada kemungkinan bahwa Bank Indonesia akan melaksanakan kenaikan suku bunga terakhir di bulan Juni untuk membantu Rupiah menghadapi kenaikan suku bunga AS dan apresiasi Dolar," ungkapnya, melalui siaran pers yang diterima rilis.id, di Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Dari aspek teknis, mata uang Rupiah dan Dolar AS berada sedikit di bawah Rp13.900. 

"Penurunan berkelanjutan di bawah level ini dapat memicu penurunan lebih lanjut menuju Rp13.850 per Dolar AS," katanya 

Penguatan mata uang garuda merupakan dampak dari penerapan tarif impor besi dan aluminium terhadap sekutu terdekatnya, AS akan menghadapi kritik tajam pada KTT G7 hari jumat ini di Quebec. KTT G7 berlangsung setelah negosiasi AS-Cina berakhir pada hari Minggu tanpa hasil yang berarti. Beralih ke data dan politik Eropa yang sedang mengalami kesulitan pekan lalu. Gejolak politik Italia dan Spanyol membuat Euro merosot ke level terendah sejak Juli 2017. Dari aspek rilis data, PMI Jasa Zona Euro sepertinya akan memastikan bahwa ekonomi terus melambat memasuki Q2.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)