Home » Inspirasi » Sosok

Rahayu Saraswati, Jadilah Anggota DPR Biar Bisa Buat Kebijakan

print this page Selasa, 5/12/2017 | 17:20

ILUSTRASI: Hafidz Faza

NAMA lengkapnya Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo kerap disapa Sara. Dari nama belakangnya siapa pun sudah dapat menebak, dia putri pengusaha sekaligus Dewan Pembina DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Hashim Djojohadikusumo.

Sara yang dikenal sebagai aktris dan juga produser film ini, mengaku sangat cocok sebagai aggota Dewan di Komisi VIII yang membidangi agama dan sosial. Apalagi ibu satu anak kelahiran 27 Januari 1986 ini sudah lama menggeluti masalah-masalah sosial. 

Sara sangat peduli dengan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sara pun sudah lama mendirikan Yayasan Parinama Astha yang berkonsentrasi pada penanggulangan tindak pidana perdagangan orang. 

Hampir tiga tahun sebagai anggota DPR, Sara juga memiliki catatan khusus tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menjadi mitra kerjanya di Komisi VIII. 

BNPB dalam penilaian Sara  merupakan contoh lembaga dengan kinerja yang baik. Hal itu ia nilai dari kesiapan BNPB dalam merespons bencana mulai dari tahap preventif hingga rehabilitatif. 

“Sistemnya  telah terbangun dan kian kokoh,” kata lulusan Classics and Drama, University Of Virginia, Amerika Serikat dan Screen Acting Postgraduate Level, International School of Screen Acting, Inggris.

Saat ini Sara menjabat sebagai Wakil Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPR. Dalam alat kelengkapan, adik kandung anggota DPR Aryo Hashim Djojohadikusumo ini sebagai anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen dan sekaligus menjadi Ketua Kelompok Komisi BKSAP Fraksi Gerindra.

Sara pun menjadi delegasi Indonesia di berbagai pertemuan dunia, di antaranya di Inter-Parliamentary Union di Vietnam pada Maret 2015 dan Asian Parliamentary Assembly: Standing Committee on Economic and Sustainable Development  2015 di Jakarta.

Sara menjadi  pembicara di beberapa konferensi seperti The International G-7/G-20 Parliamentarians’ Conference on #SheMatters yang diselenggarakan United Nations Fund for Population Activities bekerja sama dengan The United Nations Office for REDD+ Coordination in Indonesia dan Strengthening Women’s Participation and Representation in Governance in Indonesia. Juga menjadi pembicara di Tropical Landscape Summit atas undangan Badan Koordinasi Penanaman Modal pada April 2015.

Sara sebelum menjadi anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Tengah IV (Sragen, Karanganyar, Wonogiri) lebih dikenal sebagai aktris layar lebar yang merangkap jadi produser. 

Beberapa film yang dibintangi dan diproduksi sendiri di antaranya  Merah Putih (2009), Darah Garuda (2010), Hati Merdeka (2011), Java Heat (2013), Dream Obama (2013) dan Gunung Emas Almayer (2014). 

Pemilik rumah produksi Media Desa Indonesia ini, untuk merambah dunia internasional  tengah membuat rumah produksi di Singapura dan Los Angeles, Amerika Serikat.

“Menekuni dunia seni ini tidak mudah. Latar belakang keluarga yang berkonsentrasi dalam bidang politik ekonomi tidak begitu saja bisa memahami aktivitas saya. Keluarga dilanda kekhawatiran dengan dunia yang saya geluti. Tapi saya meyakinkan keluarga ndengan kerja keras dan sungguh-sungguh,” kata Sara, dalam sebuah kesempatan.

Sara mengaku mulai bersentuhan dengan dunia sosial secara serius ketika menghadiri konferensi gereja di London pada 2009. Awalnya tidak berminat untuk datang. Tapi justru dari konferensi itulah jiwa sosialnya tergugah dan tergerak untuk membantu sesama.

“Saya tergugah ketika mengetahui banyak gadis dalam perdagangan manusia yang harus melayani hingga 40-60 orang laki-laki per harinya,” ujar keponakan Prabowo Subianto ini.

Sara kaget ternyata tidak ada organisasi yang secara serius menangani masalah itu di Indonesia “Karena itu saya memutuskan untuk mendirikan Yayasan Parinama Astha. Yayasan ini membentuk jaringan lembaga dan masyarakat untuk menentang perdagangan manusia," katanya. 

Belakangan, Sara pun sadar membentuk yayasan itu tidak cukup karena tidak bisa membuat kebijakan yang bisa mengikat di dalam dan di luar negeri. “Inilah yang mendorong saya untuk terjun ke dunia politik dan menjadi anggota DPR,” ujar peraih 47.542 suara yang mengantarkannya lolos ke Senayan.

Penulis Yayat R Cipasang

Tags:

rahayu saraswati gerindra sosok dpr