logo rilis
Radar Bogor Digeruduk Kader Partai, Taufik Kurniawan: Itu Teror kepada Pers
Kontributor
Yayat R Cipasang
02 Juni 2018, 22:32 WIB
Radar Bogor Digeruduk Kader Partai, Taufik Kurniawan: Itu Teror kepada Pers
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Taufik Kurniawan menyesalkan insiden penyerbuan ke kantor redaksi Radar Bogor di Bogot, Jawa Barat, Rabu (30/5/2018). Menurutnya, tindakan kekerasan yang dilakukan sekelompok orang yang mengatasnamakan kader dan simpatisan PDI Perjuangan Bogor itu bisa mencederai demokrasi di Indonesia.

“Saat ini kan kita hidup di era demokrasi dan keterbukaan dan setiap orang dapat mengungkapkan pendapatnya dengan bertanggung jawab. Pers juga dapat memberitakan apapun tanpa adanya intervensi. Tindakan penggerudukan ini tentu tidak dapat dibenarkan,” kata Taufik di Jakarta, Sabtu (2/6/2018).

Menurutnya, jika memang suatu pihak keberatan dengan pemberitaan yang dilakukan oleh pers, bisa mengadukan kepada Dewan Pers. Penyelesaian dapat dilakukan dengan duduk bersama dan dialog, bukan dengan tindakan teror dan anarkisme. Aksi penggerudukan itu bisa menjadi preseden buruk bagi kebebasan berpendapat.

“Jika memang ada yang tidak sepakat dengan pemberitaan oleh pers, kan bisa lapor ke induknya, yakni Dewan Pers. Jangan sampai ini menjadi teror bagi pers sehingga kebebasan berpendapat mendapat intervensi. Kejadian ini tak boleh terjadi lagi, apalagi dilakukan di awal tahun politik, bisa mengganggu suasan kesejukan dan berpotensi muncul perpecahan,” papar Wakil Ketua DPR itu.

Penggerudukan ke redaksi Radar Bogor terjadi pada Rabu (30/5/2018). Kejadian itu terekam dalam video berdurasi 30 detik dan beredar di publik. Dalam video itu tampak sekelompok orang sudah berada di dalam ruang lobi gedung Graha Pena (kantor Radar Bogor) sambil memaki Pemred Radar Bogor Tegar Bagja.

Seseorang dalam kerumunan tersebut juga sempat berteriak dan menanyakan siapa wartawan yang menulis berita tersebut. "Mereka meminta penjelasan sambil memaki terkait headline Radar Bogor hari ini, yang isinya seputar penghasilan Ibu Megawati dan BPIP itu," kata Tegar.


500
komentar (0)