Home » Inspirasi » Sosok

Puti Guntur, Merasa Lebih Sunda karena...

print this page Rabu, 6/12/2017 | 16:49

ILUSTRASI: Arif Setiadi

PEMILIHAN Gubernur Jawa Barat 2018 sepertinya lebih maskulin. Tetapi bukan berarti sisi feminin absen sama sekali. Karena sejumlah tokoh muda dan perempuan kader partai bisa saja menjadi kuda hitam dalam hajatan lima tahunan di Tatar Sunda.

Di antara nama yang kemungkinan bertarung di Pilkada Jabar, muncul sosok cucu Presiden Soekarno, Puti Guntur Soekarnoputra. Anggota Komisi X DPR yang sejatinya mojang Priangan ini masih menungu penunjukan dari partainya, PDI Perjuangan.

Banyak yang mengatakan Puti adalah wujud kerinduan akan kehadiran sosok Guntur Soekarnoputra, putra sulung Soekarno, di depan publik. Masyarakat rindu kepada Guntur dan penasaran dengan keputusannya yang menarik diri dari ingar-bingar dunia politik. Nah, kerinduan publik itu sedikit terobati dengan kehadiran Puti di panggung Senayan.

Bagi sebagian kalangan mungkin ada yang sinis, pantas Puti jadi politisi lantaran sang bibi, Megawati Soekarnoputri, pemilik saham mayoritas PDI Perjuangan. Namun, untuk terjun ke politik seperti diakui Puti dalam sebuah perbincangan di Kompleks Parlemen, baru-baru ini, seseorang tidak bisa instan dan harus memiliki prinsip.

"Berpolitik harus punya prinsip. Prinsip politik saya adalah ideologi dari Bung Karno untuk memperjuangkan masyarakat kecil yaitu sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi dan Ketuhanan Yang Maha Esa," ujarnya.

Sampai saat ini, Puti mengaku terus mempelajari dan menerapkan ajaran sang kakek dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Puti juga mengakui, sang ayah Guntur Soekarnoputra adalah mentornya dalam berpolitik.

Sedangkan kecantikan dan kelembutan menurun dari sang bunda, Henny Emilia Handayani Guntur Soekarnoputra yang pernah menjadi Ratu Kebaya pada zamannya mewakili Jawa Barat. Latar belakang tersebut turut membentuk karakternya yang sangat menghargai seni dan tradisi Sunda.

Ketika Puti ditunjuk partainya untuk berkiprah di Dapil Jabar X (Kabupaten Ciamis, Pangandaran, Kuningan dan Kota Banjar), ibu dua anak ini sangat senang karena bakal mengabdi di tanah leluhurnya. Dan, Puti pun terpilih dengan menggondol 93.404 suara sehingga bisa melenggang ke Senayan.

Bila ditelusuri, leluhur Puti masih memiliki pertalian dengan Kerajaan Galuh (wilayah Ciamis dan sekitarnya) dari pihak ibu. Karena itu, alumnus Universitas Indonesia, ini ketika terjun ke dapil merasa lebih menjiwai dan memiliki.

"Ibu saya asli Ciamis. Dari silsilahnya, kakek buyut saya masih keturunan Kerajaan Sunda,” ujarnya bangga.

Jadi wakil rakyat, Puti sudah melakoninya dan setiap reses terus blusukan hingga ke polosok dapilnya. Kini, Puti tinggal menunggu jadi gubernur atau wakil gubernur Jawa Barat. Sesuatu yang mungkin saja diperolehnya dalam usia muda, 44 tahun.

Penulis Yayat R Cipasang

Tags:

puti guntur soekarnoputra bung karno pdip sosok pilgub jabar