logo rilis
PUPR Minta Pekerja Tidak Sepelekan K3
Kontributor
Tio Pirnando
04 April 2018, 12:10 WIB
PUPR Minta Pekerja Tidak Sepelekan K3
Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarif Burhanuddin di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (4/4/2018). FOTO: Humas PUPR

RILIS.ID, Palembang— Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarif Burhanuddin mengatakan, dalam dua tahun terakhir telah terjadi empat kecelakaan kontruksi. Penyebabnya, karena pekerja menyepelehkan hal-hal kecil.

"Kita semua kadang menyepelekan hal-hal kecil," ujar Syarif di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (4/4/2018).

Dia menjelaskan, dalam setiap proyek konstruksi, pemerintah selalu memiliki program untuk memberi perlindungan, baik tenga kerja, non-pekerja serta seluruh proyeknya. Namun, hal tersebut cenderung tak diperhatikan oleh tenaga kerja.

"Kita sudah punya program tentang K3 tapi dalam pelaksanaannya kita tidak melakukan, kita disuruh pakek helmet kadang-kadang ah panas, rompi tidak penting terlalu katanya panas, pengaman (pakaian proyek) pada saat kita bekerja di konstruksi elektronik dianggap biasa saja, tetapi dampaknya sangat luar biasa. Itu penyebabnya," tegas dia.

Dia menegaskan, seringnya kecelakaan, merugikan berbagai pihak, seperti institusi, bahkan kredibilitas negara di mata dunia. DPada akhirnya, kontraktor dan pekerja Indonesia Indonesia dianggap tak disiplin dalam menjalankan proyek. 

"Dengan sering terjadinya kecelakaan kontruksi maka bukan tidak mungkin semua proyek itu dihentikan, berarti kita memperlambat pekerjaan itu, akibat SDM yang tidak teliti dalam bekerja. Yang paling parah adalah ke insitusi. Mereka diberikan sanksi, seperti Waskita Karya mulai dari direksi sampai ke pekerjanya hingga ada yang ditahan," tuntas dia.

Editor: Elvi R


500
komentar (0)