logo rilis
PUPR Lelang 6.019 Paket Pekerjaan Senilai Rp40,5 Triliun
Kontributor
Tio Pirnando
28 Maret 2018, 09:00 WIB
PUPR Lelang 6.019 Paket Pekerjaan Senilai Rp40,5 Triliun
Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti. FOTO: Humas PUPR

RILIS.ID, Jakarta— Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Anita Firmanti mengatakan, hingga 27 Maret 2018, pihaknya telah melelang sebanyak 6.019 paket pekerjaan senilai Rp40,5 triliun dari rencana sebanyak 9.700 paket dengan nilai Rp82 triliun.

Menurutnya, jumlah paket pekerjaan yang sudah dilelang sebanyak 2.884 paket senilai Rp16,48 miliar atau sekitar 47 persen sudah terkontrak dan dimulai pekerjaannya. 

"Prinsipnya kami terus bekerja keras agar semua pelelangan selesai di bulan April 2018 dan semuanya diumumkan. Namun masih ada yang baru bisa dilelang usai bulan April biasanya pekerjaan yang bersifat rutin,” kata Anita di Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Dia mengatakan, untuk target serapan 2018, Kementerian PUPR menargetkan mencapai 95 persen atau lebih tinggi dari 2017 sebesar 93 persen.

Anita menjelakan, paket yang telah dilelang sebagian besar merupakan paket di empat Direktorat Jenderal (Ditjen) yakni Ditjen Bina Marga sebanyak 1.731 paket senilai Rp23,2 miliar, Ditjen Sumber Daya Air sebanyak 1.951 paket senilai Rp7,2 triliun, Ditjen Cipta Karya sebanyak 1.333 paket senilai Rp5,5 triliun dan Ditjen Penyediaan Perumahan sebanyak 430 paket senilai Rp3,8 triliun.

Sementara kebijakan pemaketan di Kementerian PUPR, 90 persen paket yang dilelang diperuntukan bagi kontraktor skala kecil-menengah dan jasa konsultan swasta.

Total anggaran Kementerian PUPR pada 2018 sebesar Rp107,38 triliun dimana 81 persen atau Rp88 triliun merupakan jenis belanja modal dan belanja barang. 
Untuk progress penyerapan anggaran tercatat 8,45 persen dan progress fisik sebesar 9,58 persen.

"Untuk tahun 2018 dan 2019, sesuai  arahan Pak Menteri  bahwa tidak ada lagi proyek pembangunan infrastruktur baru kecuali pembangunan bendungan dan irigasi. Anggaran akan difokuskan untuk menyelesaikan infrastruktur yang sudah dibangun sebelumnya," tuntas Anita.
 

Editor: Kurniati


500
komentar (0)