logo rilis

Punya Potensi Energi Besar, ESDM Lirik Selat Larantuka
Kontributor

02 April 2018, 15:40 WIB
Punya Potensi Energi Besar, ESDM Lirik Selat Larantuka
Energi Arus Laut. FOTO: Kementerian ESDM

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengembangkan pembangkit listrik tenaga arus laut (PLTAL) di Selat Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Indonesia mempunyai topografi yang ideal untuk mengembangkan energi dari arus laut. Selat antara dua pulau, menghasilkan potensi energi yang cukup besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif berbasis energi baru terbarukan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana, berdasarkan informasi resmi yang diterima di Jakarta, telah meninjau lokasi rencana pengembangan Pembangkit Listrik Arus Laut (PLTAL) di Selat Larantuka, NTT.

"Sebagai negara kepulauan, Indonesia banyak mempunyai selat-selat yang jaraknya sempit yang mengindikasikan arus laut yang potensial untuk dikembangkan, seperti yang di Selat Larantuka, yang katanya, arusnya merupakan yang terkuat di dunia dan kita masih mempunyai banyak selat-selat lainnya yang masih kita identifikasikan layak untuk dikembangkan," ujar Rida, Senin (2/4/2018).

Teknologi energi laut di dunia telah berkembang pesat. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah mulai melakukan pengkajian jenis-jenis teknologi ini, untuk kemungkinan diterapkan di Indonesia, disusul pula pengkajian oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Meskipun luas wilayah laut Indonesia tiga kali lebih besar dari luas daratan, namun kegiatan pemanfaatan energi laut untuk pembangkit listrik belum berkembang. Pijakan pengembangan energi laut, sebenarnya telah tersedia dalam UU No. 30/2007 tentang Energi maupun UU No. 17/2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).

Dalam rangka mengembangkan energi arus laut, pada 9 November 2017 lalu, delegasi Indonesia dipimpin Rida Mulyana mengunjungi perusahaan pengembang energi arus laut, Naval Energies, di Cherbourg, Perancis.

Energi arus laut yang dikembangkan Naval Energies memiliki teknologi turbin sederhana, yaitu hanya memiliki satu bagian yang bergerak menggunakan air laut sebagai pelumas. Dengan teknologi itu, biaya operasi dan pemeliharaan lebih rendah dibandingkan menggunakan teknologi propeler. Teknologi open hydro open centre turbine yang memiliki diameter 16 meter dan kecepatan arus 2-5 meter per detik itu dapat menghasilkan listrik sebesar 2 megawatt (MW).

PT Arus Indonesia Raya (AIR), perusahaan yang memiliki kerja sama dengan Naval Energies dalam mengembangkan industri turbin arus laut, telah melakukan studi di beberapa lokasi Indonesia. Beberapa wilayah cocok dikembangkan pembangkit listrik tenaga arus laut (PLTAL). Dari hasil studi yang dilakukan di 10 titik lokasi, diperoleh potensi listrik yang dapat dihasilkan dari arus laut Indonesia.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)