logo rilis
Puluhan Ekor Penyu Hijau Gagal Diseludupkan di Bali
Kontributor
Kurniati
05 Juni 2018, 13:30 WIB
Puluhan Ekor Penyu Hijau Gagal Diseludupkan di Bali
Puluhan penyu dengan kondisi mengenaskan yang gagal diseludupkan. FOTO: Instagram

RILIS.ID, Denpasar— Satuan Reserse Kriminal Polres Jembrana, Bali menggagalkan perdagangan puluhan ekor penyu hijau yang termasuk satwa dilindungi.

"Kami mendapatkan informasi di wilayah Kecamatan Melaya ada perdagangan penyu, dan setelah penyelidikan, kami menangkap pelaku berikut barang bukti penyu hijau dalam jumlah lumayan banyak," kata Kepala Bagian Operasional Polres Jembrana Komisaris M Didik Wiratmoko, di Negara, Selasa (5/6/2018).

Pelaku bernama Muh (63), warga Dusun Pangkung Dedari, Desa Melaya, Kecamatan Melaya.

Dari tangan Muh, Polres Jembrana menyita 27 ekor penyu hijau yang rata-rata berukuran besar.

Hasil pemeriksaan terhadap Muh, katanya, yang bersangkutan membeli penyu tersebut dari seseorang yang tidak ia kenal seharga Rp15 juta, untuk dijual kembali ke Denpasar.

Pantauan di Polres Jembrana, kondisi 27 ekor penyu itu sangat memprihatinkan dengan bagian kaki depan ditusuk dan diikat dengan senar besar.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jembrana, Ajun Komisaris Yusak Agustinus Sooai mengatakan, pihaknya menemukan penyu tersebut di kamar belakang rumah pelaku.

"Yang bersangkutan sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Soal darimana ia mendapatkan dan sudah berapa kali melakukan perdagangan satwa dilindungi ini, kami masih kembangkan lebih lanjut," katanya.

Akibat perbuatannya, Muh dijerat dengan Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara.

Dari undang-undang tersebut, polisi menggunakan Pasal 21 ayat (2) huruf a juncto Pasal 40 ayat (2) atau Pasal 40 ayat (4).

Sementara Muh mengaku, dirinya baru dua kali melakukan perdagangan penyu, pertama dilakukan menjelang Hari Raya Galungan lalu sebanyak 10 ekor.

Menurutnya, sebanyak 27 penyu itu akan dijual kepada seseorang di Denpasar seharga Rp20 juta.

Untuk menyelamatkan penyu-penyu tersebut, polisi juga berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) serta aktivis pelestari penyu dari Kelompok Kurma Asih.

Ketua Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih Anom Astika Jaya mengatakan, dari pengamatan yang dilakukan sebagian besar penyu itu stres.

"Sebelum dilepaskan kembali ke alam liar, harus diobservasi dulu agar tidak stres. Kami siap menampung untuk memulihkan kondisi penyu-penyu ini," katanya pula.

Sebagai aktivis yang sudah melepaskan ribuan anak penyu ke laut, ia mengaku prihatin dengan ulah oknum masyarakat yang masih memperdagangkan satwa dilindungi tersebut.

Ukuran penyu ia mengatakan, rata-rata sudah berumur puluhan tahun, bahkan ada antara 80 sampai 90 tahun.

Menurutnya, perairan Kabupaten Jembrana merupakan daerah lintasan penyu hijau saat migrasi, sementara untuk bertelur penyu jenis ini memilih di pantai daerah Pulau Jawa.

Sedangkan Wayan Suamba, salah seorang petugas BKSDA sepakat, penyu-penyu tersebut dibawa ke lokasi penangkaran Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih sebelum dilepaskan ke laut.

Pengangkutan 27 ekor penyu itu ke penangkaran, selain pihak Kurma Asih membawa dua kendaraan terbuka, Polres Jembrana juga menambah dengan kendaraan operasional agar satwa itu bisa secepatnya diangkut.
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)