logo rilis

Puisinya Menyinggung Pluralisme, Politisi Gerindra Nilai Sukmawati Bukan Seorang Tokoh
Kontributor
Zul Sikumbang
03 April 2018, 12:43 WIB
Puisinya Menyinggung Pluralisme, Politisi Gerindra Nilai Sukmawati Bukan Seorang Tokoh
Ilustrasi Partai Gerindra. RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Politisi Partai Gerindra, Muhammad Syafii atau akrab disapa Romo Syafii, mengatakan Sukmawati Soekarnoputri bukan seorang tokoh.

Hal tersebut, menanggapi puisi Sukmawati yang menyinggung agama, bahwa tusuk konde lebih indah dibandingkan cadar dan suara kidung Indonesia lebih merdu dari suara azan.

“Dari sisi etika, kita ini plural dan isu keagamaam ini begitu sensitif. Dan kalau seorang tokoh pasti, dia (Sukmawati) tidak memilih kalimat itu. Ketika dia memilih pernyataan itu dan menyinggung perasaan orang lain yang berbeda agama, saya tahu berapa kualitas ketokohan Sukmawati,” kata Romo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Anggota Komisi III DPR RI ini berharap, agar putri Presiden RI pertama itu dalam waktu dekat bisa memahami Syariat Islam. Ia pun berharap, agar Sukmawati belajar lebih dalam tentang agama Islam.

“Karena dalam puisinya, dia mengaku tidak tahu Syariat Islam, maka dia harus belajar dulu. Saya berdoa dan mudah-mudahan dalam waktu dekat dia pelajari Syariat Islam dan memahaminya,” ujar Romo.

Dalam sebuah puisi yang dibacakannya, Sukmawati mengaku tidak tahu Syariat Islam. Dalam puisi itu juga disebutkan bahwa Konde lebih indah dari cadar dan kidung Indonesia lebih merdu dari suara azan.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)