logo rilis

Puan Mau Bertemu Prabowo, Gerindra: Tak Mungkin Berkoalisi PDIP 
Kontributor
Nailin In Saroh
09 April 2018, 11:14 WIB
Puan Mau Bertemu Prabowo, Gerindra: Tak Mungkin Berkoalisi PDIP 
Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Ferry Juliantono. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Partai Gerindra terus melakukan penjajakan dan komunikasi dengan Parpol lain untuk memastikan tiket Pilpres 2019 nanti. Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sendiri dikabarkan bakal bertemu dengan politisi PDIP Puan Maharani.

Namun, Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Ferry Juliantono menilai, partainya agak sulit jika berkoalisi dengan PDIP. Sebab, mayoritas kader akan menolak.

"Menurut pandangan saya agak sulit partai Gerindra berkoalisi dengan PDIP karena sebagian besar internal partai pasti menolak," kata Ferry di Jakarta, Senin (9/4/2018).

Ferry membantah, pertemuan Prabowo dan Puan merupakan strategi politik ketua umumnya. Sebab, pemicu pertemuan ini bermula dari keprihatinan keras mantan Danjen Kopassus itu terhadap kondisi bangsa.

"Pertemuan Puan dengan Pak Prabowo kan diawali dari respons terhadap kritik keras yang disampaikan Prabowo terhadap kondisi bangsa saat ini," jelasnya.

Lebih lanjut, Ferry juga melihat, kekompakan partai pendukung Jokowi mulai kendor. Ini, kata dia, disebabkan dari kebijakan pemerintah yang tidak tepat. Termasuk karena kasus polemik puisi adik ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri yakni Sukmawati Soekarnoputri.

"Saya justru melihat bahwa soliditas partai partai yang semula mendukung Jokowi menjadi agak terganggu karena faktor elektabilitas Jokowi yang terus menurun akibat menghilangnya premium dan kenaikan harga bbm, nilai rupiah yang terus menurun serta kasus Sukmawati," tukas Ferry.

Sebelumnya, Puan Maharani mengaku menunggu waktu untuk bertemu dengan Prabowo Subiato. Ia juga mengaku, dirinya selama ini mengenal baik Prabowo.

"Ya belum tahu (kapan akan bertemu) nanti saya tanya dulu. Enggak ada agenda khusus lah, orang kami kenal baik kok," pungkas putri Megawati Soekarnoputri itu.

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)