logo rilis
PT Trada Tersangka Pencucian Uang Kasus Korupsi Bupati Kebumen
Kontributor
Tari Oktaviani
18 Mei 2018, 15:06 WIB
PT Trada Tersangka Pencucian Uang Kasus Korupsi Bupati Kebumen
Laode M Syarief. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan PT PR (Putra Ramadhan) atau PT TRADHA sebagai tersangka dugaan pidana pencucian uang. Menurut KPK, perusahaan tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung dengan sengaja turut serta dalam pengadaan proyek di Pemkab Kebumen, Jawa Tengah, dengan meminjam 'bendera' 5 perusahaan lain untuk menyembunyikan atau menyamarkan identitas sehingga seolah-olah bukan PT TRADHA yang mengikuti lelang.

"Hal tersebut dilakukan dengan tujuan menghindari dugaan tindak pidana korupsi berupa benturan kepentingan (conflict of interest) dalam pengadaan Pasal 12 i UU Tipikor," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarief dalam konfrensi persnya di Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Mulanya, pada kurun 2016-2017, diduga PT TRADHA menggunakan "bendera" 5 perusahaan lain untuk memenangkan 8 proyek di Kabupaten Kebumen pada kurun 2016-2017 dengan nilai total proyek Rp51 miliar.  Selain itu, PT TRADHA juga diduga menerima uang dari para kontraktor yang merupakan fee proyek di lingkungan Pemkab Kebumen setidaknya sekitar Rp3 miliar seolah-olah sebagai utang

"Diduga uang-uang yang didapat dari proyek tersebut, baik berupa uang operasional, keuntungan dalam operasional maupun pengembangan bisnis PT TRADHA kemudian bercampur dengan sumber lainnya dalam pencatatan keuangan PT TRADHA sehingga memberikan manfaat bagi PT TRADHA sebagai keuntungan maupun manfaat lainnya untuk membiayai pengeluaran atau kepentingan pribadi MYF, baik pengeluaran rutin seperti gaji, cicilan mobil maupun keperluan pribadi lainnya," katanya.

Kasus ini baru tercium dari pengembangan kasus sebelumnya di mana KPK melakukan penyidikan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Bupati Kebumen Muhammad Yahya Fuad (MYF). Kala itu, MYF bersama seorang swasta bernama Hajin Anshori menerima hadiah atau janji, yaitu sejumlah fee proyek sekitar 5-7 persen dari nilai proyek.

Adapun proyek yang dibagi-bagikan antara lain bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) APBN 2016 sebesar Rp100 miliar yang di antaranya Rp40 miliar diberikan kepada Hajin Anshori dan grup Trada milik Bupati Kebumen.

Sejak proses penyidikan dilakukan pada tanggal 6 April 2018 sampai saat ini, PT TRADHA telah mengembalikan melalui proses penitipan uang dalam rekening penampungan KPK uang senilai Rp6,7 miliar yang diduga bagian dari keuntungan PT TRADHA.

Akibat perbuatannya, PT PR atau PT TRADHA disangkakan melanggar Pasal 4 dan/atau Pasal 5 Undang-Undang No 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Editor: Eroby JF


500
komentar (0)