logo rilis
PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati Tersangka Korupsi Korporasi di KPK
Kontributor
Tari Oktaviani
13 April 2018, 18:33 WIB
PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati Tersangka Korupsi Korporasi di KPK
Wakil ketua KPK Laode M Syarif. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati sebagai tersangka korupsi korporasi. Kedua korporasi, itu diproses dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pelaksanaan pembangunan Dermaga Bongkar pada Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang yang dibiayai APBN TA 2006-2011.

"Setelah KPK melakukan proses pengumpuian informasi dan data, termasuk permintaan keterangan pada sejumlah pihak dan terpenuhi bukti permulaan yang cukup maka KPK melakukan Penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dengan tersangka PT NK (PT NINDYA KARYA (Persero) dan PT TS (PT TUAH SEJATI," ungkap Wakil Ketua KPK Laode M Syarief di Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Menurut KPK, kedua korporasi tersebut melalui Heru Sulaksono selaku Kepala PT NK Cabang Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam, merangkap kuasa Nindya Sejati Joint Operation, diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya dlri sendiri atau orang Iain atau suatu korporasi terkait pekerjaan pelaksanaan pembangunan Dermaga Bongkar pada Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang, yang dibiayai APBN TA 2006 2011 dengan nilai proyek sekitar 793 miliar rupiah. Akibatnya, diduga terjadi kerugian keuangan negara sekitar Rp 313 miliar dalam pelaksanaan proyek tersebut.

"Tahun 2004 nilai proyek Rp 7 miliar tidak dikerjakan pada kurun 2004-2005 karena bencana Tsunami Aceh. Namun, uang muka telah diterima sebesar Rp 1,4 miiiar, tahun 2006 nilai proyek Rp 8 miliar, tahun 2007 nilai proyek Rp 24 millar, tahun 2008 naik lagi jadi Rp 124 millar, tahun 2009 nilai proyek Rp 164 miliar, tahun 2010 nilai proyek semakin naik Rp 180 miliar dan tahun 2011 nilai proyek fantastis jadi Rp 285 miliar," paparnya.

Laode berujar, dugaan penyimpangan yang terjadi dalam proyek dermaga Sabang yang melibatkan PT NK dan PT TS, di antaranya terjadi penunjukan langsung, Nindya Sejati Join Operation sejak awal telah diarahkan sebagai pemenang pelaksana pembangunan. 

Kemudian rekayasa dalam penyusunan HPS dan penggelembungan harga, perkejaan utama diserahkan kepada PT Budi Perkasa Alam), dan terjadi kesalahan dalam prosedur di mana izin-izin terkait seperti AMDAL dan lainnya belum ada namun pembangunan sudah dilaksanakan. 

Akibat perbuatannya, PT NK dan PT TS disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

Sebelumnya, dalam kasus ini KPK telah memproses empat orang tersangka yaitu Kepala PT  NK Cabang Sumateran Utara dan Aceh Heru Sulaksono, Ramadhani Ismy selaku PPK Satuan Kerja Pengembangan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang pada BPKS, Ruslan Abdul Gani selaku KPA dan Teuku Syaiful Ahmad selaku kepala BPKS.

Terhadap keempat ini telah dijatuhi vonis bersalah oleh majelis hakim tipikor Jakarta. KPK pun telah melimpahkan berkasnya kepada Kejaksaan RI sebagai jaksa negara untuk dilakukan gugatan perdata TUN.

Editor: Taufiqurrohman


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)