logo rilis
PSI Minta Tidak Hanya Ratna Sarumpaet Yang Diproses Hukum
Kontributor

06 Oktober 2018, 20:14 WIB
PSI Minta Tidak Hanya Ratna Sarumpaet Yang Diproses Hukum
Raja Juli Antoni. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mengapresiasi penahanan dari pihak kepolisian kepada aktivis Ratna Sarumpaet. Kendati demikian, ia berharap agar Kepolisian tidak hanya berhenti mengusut Ratna saja, melainkan beberapa pihak yang dianggapnya perlu bertanggung jawab.

Adapun salah satunya yakni termasuk calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"Saya mengapresiasi penahanan ibu Ratna Sarumpaet, Ratu Hoax Indonesia. Saya berharap polisi tidak hanya berhenti pada Ibu Ratna tapi mesti terus mengejar semua penyebar hoax termasuk Prabowo dan Sandi," katanya, Jakarta, Sabtu (6/10/2018).

Menurutnya, meskipun para pihak tersebut seperti Ratna serta Prabowo dan tim pemenangannya sudah minta maaf. Namun, ia menilai bukan berarti permasalahan selesai.

Lebih jauh, Raja Juli menegaskan proses hukum tetap harus dilaksanakan sebab hal ini sudah banyak merugikan beberapa pihak. Oleh karenanya ia berharap kepolisian menyeret seluruh pelakunya.

"Benar bahwa mereka sudah minta maaf. Tapi ini bukan lebaran, ketika saling memaafkan menyelesaikan masalah. Kasus ini juga bukan kasus perdata di mana asal konsensual antar individu dengan saling memaafkan dapat menyelesaikan proses hukum. Ini kasus pidana, semoga polisi segera menyeret seluruh pelakunya," tuturnya.

Sebelumnya, Koordinator Juru Bicara Pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa pihaknya hanyalah korban dari kebohongan Ratna Sarumpaet. Dengan kata lain, ia menegaskan bahwa Prabowo sendiri tidak dalam posisi sebagai penyebar kabar hoaks.

"Secara pidana tentu kami tidak dalam posisi menyebar hoaks. Sebab, kami tidak tahu sama sekali itu hoaks atau bukan, karena itu berasal dari Ibu Ratna yang meyakinkan bahwa itu kebenaran. Pada posisi itu, pelaporan yang dilakukan Farhat tidak tepat," ujar Dahnil saat ditemui di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018) malam.

Sebelumnya, Prabowo bersama 16 orang lain di tim pemenangannya dilaporkan oleh  Farhat Abbas ke Kepolisian karena telah menyebarkan berita hoaks atas penganiayaan Ratna Sarumpaet. Padahal, Ratna diketahui hanya melakukan operasi sedot lemak yang membuat wajahnya bengkak.

"Padahal, yang dianiaya tidak ada," ujar  Farhat.

Farhat mendesak polisi segera memproses 17 orang yang dilaporkan mengingat Ratna Sarumpaet telah mengakui bahwa tidak pernah ada penganiayaan.


 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID