logo rilis

PSI Laporkan Ketua Bawaslu ke DKPP 
Kontributor
Sukma Alam
24 Mei 2018, 08:20 WIB
PSI Laporkan Ketua Bawaslu ke DKPP 
Partai Soldaritas Indonesia. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Partai Solidaritas Indonesia (PSI) resmi melaporkan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Abhan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Pelaporan itu atas dugaan pelanggaran kode etik.

"Kami merasa dizalimi oleh Bawaslu. Terpaksa kami laporkan Bawaslu. Ini upaya mencari keadilan," kata Ketua DPP PSI Tsamara Amany di Kantor DKPP, Jakarta, Rabu (24/5/2018).

PSI menilai Abhan telah melakukan pelanggaran etik, yakni bertindak melebihi batas kewenangannya sebagai penyelenggara pemilu yang diatur dalam undang-undang.

"Tindakan meminta pihak kepolisian untuk menetapkan Sekjen PSI dan Wakil Sekjen PSI sebagai tersangka merupakan tindakan yang melampaui batas kewenangan Bawaslu," tutur Tsamara.

Selain Ketua Bawaslu RI Abhan, PSI juga melaporkan Anggota Bawaslu RI Affifudin ke DKPP, juga atas dugaan pelanggaran kode etik.

Affifudin, yang mengeluarkan keterangan tertulis berisi permintaan kepada pihak kepolisian untuk segera menetapkan Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni dan Wakil Sekretaris Jenderal PSI Satia Chandra Wiguna sebagai tersangka saat proses penyidikan belum dimulai, dianggap PSI sebagai tindakan yang tidak etis dilakukan oleh Bawaslu.

"Tindakan itu juga berarti Bawaslu telah mengambil kesimpulan hukum sebelum proses hukum itu dimulai oleh kepolisian," kata dia.

Dugaan pelanggaran kode etik tersebut kemudian membuat Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni dan Wakil Sekretaris Jenderal PSI Satia Chandra Wiguna secara resmi melaporkan Bawaslu ke DKPP, melalui perwakilan Jaringan Advokasi Rakyat PSI (Jangkar Sollidaritas) pada Rabu.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)