logo rilis
Protes UU MD3, Formappi Sebut Kinerja Pimpinan MPR Tak Jelas
Kontributor
Ainul Ghurri
25 Maret 2018, 16:41 WIB
Protes UU MD3, Formappi Sebut Kinerja Pimpinan MPR Tak Jelas
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus. FOTO: RILIS.ID/Ainul Ghurri

RILIS.ID, Jakarta— Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus, menentang Pasal 15 ayat (1) Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) yang mengamanatkan penambahan tiga wakil MPR. Menurutnya, penambahan pimpinan di MPR, dinilai main-main dan tidak serius.

"Pimpinan MPR itu sudah tidak jelas kinerjanya, apalagi sekarang mau ditambah tiga orang," katanya dalam diskusi dikawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (25/3/2018).

Ia menilai, penambahan pimpinan MPR tersebut sekedar bagi-bagi jatah pimpinan partai politik (parpol) yang belum mendapatakan jatah di lembaga tersebut. Bahkan, kata Lucius, penambahan pimpinan MPR itu sama sekali tidak memiliki nilai tambah dan tak berefek pada kinerja pimpinan lembaga itu.

"Saya kira, penambahan pimpinan MPR itu hanya sekedar bagi-bagi jatah pimpinan parpol yang belum kebagian jatah. Tambahan pimpinan itu tidak punya efek sama sekali bagi kinerja MPR," ujarnya.

Sebagai informasi, UU MD3 terhitung 15 Maret 2018 yang lalu sudah disahkan dan diberlakukan, sehingga mengikat semua pihak. 

Pemberlakukan itu, menyusul sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tak mau menandatangi UU MD3, hingga 30 hari sejak UU itu disetujui DPR dan pemerintah dalam sidang paripurna DPR pada 12 Februari 2018 lalu.

Editor: Intan Nirmala Sari


500
komentar (0)