logo rilis
Program CSR Mampu Semangati Petani
Kontributor
Intan Nirmala Sari
31 Maret 2018, 14:02 WIB
Program CSR Mampu Semangati Petani
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Saat ini, profesi petani tidak luput mendapat perhatian dari beberapa perusahaan besar di Tanah Air, khususnya sebagai sasaran kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) atau sebagai tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungannya, di mana persahaan itu berada. 

Termasuk lembaga pemerintah seperti Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Tengah (Kalteng). Bekerja sama dengan BPTP Kalteng, BI Kalteng menyelenggarakan Program CSR Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Cabai di Lahan Gambut, bagi masyarakat tani di desa Petak Batuah Dadahup A2 Kecamatan Kapuas Murung, yang merupakan wilayah eks.Pengembangan Lahan Gambut (PLG) sejuta hektare di Kalteng.

Menurut peneliti Hortikultura BPTP Kalteng Anang Firmansyah, kegiatan Bimtek ini merupakan bentuk tindak lanjut dari kerja sama yang pernah dilaksanakan antara BI Perwakilan Kalteng, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Prov. Kalteng dan BPTP Kalteng, dalam pengembangan budidaya bawang merah di Kalteng satu tahun yang lalu. 

Pengembangan budi daya tanaman bawang merah, saat itu diintensifkan melalui sebuah program kerja sama, dengan pengawalan teknologi dari BPTP Kalteng.

"Bawang merah merupakan komoditi yang kerap menjadi penyumbang inflasi tertinggi.
Inilah yang mendasari BI Perwakilan Kalteng, melakukan pembukaan kawasan 500 hektare di Kalteng untuk ditanami bawang merah sebagai demplot atau percontohan," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Kalteng Wuryanto.

Lebih lanjut, Wuryanto mengatakan, ini sebagai upaya bersama untuk mengurangi ketergantungan bawang merah dari daerah lain. Kalau bisa mandiri, ekspor akan luar biasa.

Hasil demplot bawang merah yang dilakukan BPTP Kalteng di Desa Sei Gohong, Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya, menunjukkan hasil yang cukup mengembirakan. Walaupun di tanam di lahan marjinal, berupa lahan berpasir kuarsa dengan pemberian amelioran berupa penggunaan/penambahan bahan yang mampu meningkatkan kesuburan lahan, seperti bahan organik pupuk kandang dari kotoran ayam, urea, dan kapur mampu menghasilkan panen 10 ton per hektare setiap tahun.

Varietas bawang merah yang adaptif di tanam di Kalteng adalah Super Philips, Thailand dan Bauji. 

Pada saat Bimtek, peserta memperoleh materi mengenai teknologi pengendalian hama penyakit, praktek lapang budidaya tanaman hortikutura serta penguatan kelembagaan agribisnis petani.

Sumber: Dedi Irwandi/Humas Balitbangtan


500
komentar (0)