logo rilis
Program Bekerja Kementan Diyakini Tekan Kemiskinan hingga Satu Digit
Kontributor

08 Mei 2018, 20:40 WIB
Program Bekerja Kementan Diyakini Tekan Kemiskinan hingga Satu Digit
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat meluncurkan Program Bekerja di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (8/5/2018). FOTO: Balitbangtan Kementan

RILIS.ID, Purbalingga— Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, optimis, Program Berantas Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) mampu menekan angka masyarakat prasejahtera menjadi di bawah 10 persen pada 2018. Sebab, program tersebut bagian dari padat karya tunai (cash for work) berbasis pertanian.

Kegiatan tersebut akan menjangkau 1.000 desa di 100 kabupaten. Per hari ini (Selasa, 8/5/2018), Program Berkarya telah diluncurkan di tiga kabupaten, Cianjur, Magetan, dan Purbalingga.

Pada Selasa, program dilaksanakan di
Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, Jawa Tengah. Sejumlah instansi Kementan berpartispasi.

Ditjen Hortikultura dan BPTP Balitbangtan Jateng, misalnya, memberikan bantuan berupa 1.000 bibit cabai dalam polybag, 280 bibit aneka sayuran, bibit buah-buahan (pisang 1.000 pohon dan durian 100 pohon). Ada juga bantuan paket input pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) berupa 80 kilogram trichoderma, 10 liter PGPR, dan satu buah hand sprayer.

"Paket ini telah dipersiapkan oleh BPTP dan tentunya berharap, dapat ditanam masyarakat miskin untuk mengurangi kebutuhan belanja harian," ujar Kepala BPTP Jateng, Dr. Harwanto, sela acara.

Sedangkan Badan Ketahanan Pangan (BKP), memfasilitasi pemanfaatan pekarangan pangan berkelanjutan (PPB) senilai Rp250 juta untuk 159 rumah tangga di empat kecamatan. Sementara Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), membagikan 475 ribu ekor ayam kampung unggul Balitbangtan (KUB), 30 ekor kambing, dan paket pakan ternak.

Lalu, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) memfasilitasi bantuan berupa 20 kandang. Tiap kandang untuk 50 ekor ayam.

Diharapkan Program Bekerja berjalan baik dan bersinergi dengan sejumlah pihak. Diharapkan pula partisipasi aktif dari berbagai perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, keagamaan, dan organisasi lain yang fokus pada program pemberdayaan pertanian dan pengentasan kemiskinan.

Sumber: R. Heru Praptana/Balitbangtan Kementan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)