logo rilis
Program 'Bekerja', Cara Mengentaskan Kemiskinan di Desa
Kontributor
Sukma Alam
07 Mei 2018, 20:50 WIB
Program 'Bekerja', Cara Mengentaskan Kemiskinan di Desa
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. FOTO: Dok. Kementan

RILIS.ID, Magetan— Puluhan warga Desa Tanjung Sari, Kecamatan Panean, Kabupaten Magetan, terlihat memadati pekarangan rumah sempit, tetapi dinaungi tenda sederhana yang telah dipersiapkan sehari sebelumnya.

Mereka antusias ingin melihat langsung sosok Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang hadir guna mensosialisasikan program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera, atau yang disebut "Bekerja".

Dari kabar yang tersebar, program ini akan membagikan ayam, kelinci atau kambing serta bibit tanaman sesuai kebutuhan masyarakat pra sejahtera di desa tersebut, yang bertujuan mendongkrak ekonomi rumah tangga keluarga pra sejahtera.

Program jangka pendek dengan membagikan bibit tanaman sayuran, program jangka menengah membagikan ternak berupa ayam, kelinci mapun kambing, serta jangka panjang berupa  bibit  tanaman perkebunan yang akan disesuaikan dengan keunggulan komparative daerah tersebut.

Sarman  buruh tani,  bagian dari  keluarga pra sejahtera yang menerima bantuan ini sangat berharap program yang dicanangkan pemerintah mampu meningkatkan pendapatannya sebagai buruh tani serabutan dengan upah  45.000 per hari. Ini dirasakan tidak cukup untuk menghidupi seorang istri Suminem beserta ketujuh anak.

"Senang dapat bantuan 25 ekor kelinci, mau sabar peliharannya biar banyak" kata sarman di lokasi, Senin (7/5/2018).

Hal yang sama juga disampaikan Sudjono. “Upah saya 40.000 perhari kadang tak menentu, seminggu hanya 4 kali kerja, jadi saya senang  ada perhatian dari pemerintah,  nantinya kelinci ini mau saya kembangkan,” kata dia.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Jawa Timur, Chendy Tefakresnanto mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan agar program tersebut dapat berjalan.  

"Bantuan dari program Bekerja ini, akan kami dampingi terus hingga mampu berproduksi, jadi tidak kami lepas begitu saja, akan kami buatkan kandang, pemberian pakan selama 2 bulan, termasuk kesehatan ternak itu sendiri akan kami kawal dan pantau terus. Sedangkan untuk pemasarannya sendiri, program bekerja ada jangka pendek, menengah hingga jangka panjang, nantinya akan kami bentuk cluster-cluster produksi ke depannya,” tuturnya.

Program Bekerja Kementerian Pertanian sebagai upaya pengentasan kemiskinan berbasis pertanian bertujuan menekan angka kemiskinan dibawah 2 digit dengan sasaran daerah-daerah yang telah didata sebagai kantong pra sejahtera.

Data Badan Pusat Statistik merilis hingga September 2017 jumlah penduduk miskin di Indonesia.sebesar 26,58 juta orang berkurang sebesqr 1,19 juta orang jika dibandingkan pada Maret 2017 yaitu sebesar 27,77 juta orang atau 10,64 persen dari total jumlah penduduk. Lebih lanjut BPS menyatakan seseorang dikatakan keluarga pra sejahtera jika pendapatan per kapita perbulan Rp332.119.

Sarman dan Sudjono yang mewakili masyarakat pra sejahtera di Magetan optimis program Kementerian Pertanian ini mampu meningkatkan pendapatan keluarga para petani sehingga para petani akan hidup lebih sejahtera.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)