logo rilis
Prof Wiku: Belum Ada Obat COVID-19, tapi...
Kontributor
Elvi R
21 Agustus 2020, 13:30 WIB
Prof Wiku: Belum Ada Obat COVID-19, tapi...
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyatakan hingga saat ini dunia belum menemukan obat untuk wabah COVID-19. Menurutnya, meski seluruh ilmuan di dunia berlomba-lomba menciptakan obat atau pun vaksin, namun belum menemukan titik akhir.

"Ilmuwan dan negara-negara yang ada di dunia terus berlomba untuk menciptakan obat ataupun vaksin guna menyembuhkan COVID-19," ujarnya seperti dikutip dari laman resmi covid19.go.id, di Jakarta, Jumat (21/8/2020).

Adapun untuk pengobatan saat ini, beberapa obat maupun treatment atau perawatan medis yang sudah ada sebelumnya untuk mengobati penyakit lain, digunakan untuk menangani pasien COVID-19. Selain itu ada beberapa treatment atau perawatan medis yang dikembangkan di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. 

"Sebagian menunjukkan efek positif, meskipun juga harus digunakan secara hati-hati sampai dengan dapat betul-betul dapat direkomendasikan aman dan efektif," katanya.

Dalam pengembangan itu, lanjutnya, Indonesia melibatkan lima asosiasi dokter spesialis. Yakni Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Persatuan Spesialis Dokter Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Persatuan Dokter Spesialis Anastesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) dan Persatuan Dokter Kardiovaskuler (PERKI).

Kelima asosiasi itu telah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan menyarankan alur penanganan penderita COVID-19. Agar dokter-dokter di Indonesia bisa berikan pengobatan yang terbaik sesuai ketersediaan obat dan fasilitas pelayan kesehatan yang dimiliki masing-masing daerah.

"Disampaikan, bahwa untuk pasien-pasien dengan gejala ringan, selain isolasi mandiri, diberikan beberapa obat, salah satunya tentang vitamin, vitamin C, antivirus dan beberapa antivirus yang memiliki potensi menyembuhkan COVID-19," jelasnya. 

Saat ini kata Wiku, dokter-dokter yang tergabung dalam asosiasi-asosiasi dimaksud telah merekomendasikan beberapa obat diantaranya remdesivir, favipiravir, lovinavir-ritonavir, oseltamivir. Adapun obat lain untuk menurunkan gejala seperti Paracetamol untuk menurunkan panas atau demam lebih dari 38 derajat celsius.

"Sedangkan untuk gejala sedang ada beberapa obat direkomendasikan yaitu klorokuin, azitromisin dan beberapa antikoagulan, apabila terjadi terjadi potensi penggumpalan darah," lanjutnya. 

Untuk gejala berat atau kritis obat yang digunakan ialah kortikosteroid dan antibiotik spektrum luas sesuai dengan perkembangan klinisnya. 

"Kami sampaikan ini agar dokter-dokter yang menangani pasien Covid-19 dapat betul-betul dapat memilih pengobatan yang terbaik," ujar Wiku.

Khususnya dalam libur panjang akhir pekan ini, Wiku meminta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan jaga jarak. Ia meminta masyarakat disiplin dalam memanfaatkan hari liburnya.

Dia menambahkan, Menteri BUMN Erick Thohir selaku Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Menteri Luar Negeri sedang melakukan pertemuan dengan Pemerintah Cina.

"Untuk membahas hubungan bilateral dalam penangan COVID-19. Salah satunya pembicaraan tentang vaksin, beberapa hal terkait kontribusi alat kesehatan jadi target penguatan kerjasama hubungan bilateral," pungkas Wiku


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID