logo rilis
Produksi Video Sudutkan Soeharto, Max Sopacua: PSI Terjebak Isu Lama
Kontributor
Yayat R Cipasang
08 Juni 2018, 00:37 WIB
Produksi Video Sudutkan Soeharto, Max Sopacua: PSI Terjebak Isu Lama
Pimpinan DPP Partai Solidaritas (PSI). FOTO: Rilis.id/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Pimpinan Roemah Priboemi Max Sopacua menyayangkan sikap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang melakukan kampanye dan pencitraan dengan cara mendeskreditkan atau memojokkan pihak lain. Sikap ini kalau tidak hati-hati malah aka menjadi blunder.

"Sebagai partai politik baru sudah selayaknya berusaha mati-matian untuk bisa mendulang suara di Pemilu 2019 nanti. Ini dikarenakan PSI sebagai partai baru tidak memiliki maskot atau tokoh yang bisa diandalkan untuk mendulang suara atau  melancarkan operasional PSI di masyarakat," ujar Max Sopacua dalam perbincangan dengan rilis.id, Kamis (7/6/2018).

Max Sopacua yang juga anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini menyayangkan partai anak-anak muda tersebut tidak mencerminkan sebagai anak muda. PSI malah terlibat dalam pertarungan isu lama yang tidak menyentuh anak-anak muda.

"Sangat disayangkan bahwa sebagai partai anak muda, PSI tidak bisa menampilkan diri sebagai sebuah kekuatan milenial da malah masuk ke dalam kancah pertarungan isu usang yang bagi saya sama sekali tidak menarik," ujar Max Sopacua.
 
Akibatnya, kata Max Sopacua, partai anak muda tersebut berseteru dengan para pendukung dan pengidola Soeharto. Video yang dibuat PSI dianggap menghina Presiden ke-2 RI tersebut. Bahkan video PSI menjadi polemik karena saat ini, para pendukung Soeharto masih sangat banyak. 

"Anak-anak Soeharto, mulai dari Titiek, Tommy hingga Tutut juga mulai kembali muncul ke panggung politik. Akibatnya, bagi para pendukung keluarga Cendana, video PSI adalah bentuk 'pelecehan' bagi Soeharto. Bagi mereka, video PSI kontraproduktif dengan kampanye mengembalikan kekuasaan trah Soeharto ke panggung politik nasional," ujar Max Sopacua.

Pertanyaanya, apakah cara yang ditempuh PSI ini tepat? Atau ingin  menjadi partai pejuang  HAM. Sepertinya bagus-bagus saja sebagai partai anak muda. 

"Tapi sayang PSI salah memilih... karena dagangannya melahirkan konflik.


500
komentar (0)