logo rilis
Produksi Teri di Lampung Anjlok
Kontributor
Kurniati
06 April 2018, 11:23 WIB
Produksi Teri di Lampung Anjlok
Perajin ikan teri di Pulau Pasaran, Bandarlampung. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Bandarlampung— Sejumlah perajin ikan asin di Pulau Pasaran, Kota Bandarlampung, menyebutkan produksi ikan teri asin di pulau itu dalam dua minggu terakhir turun drastis.

Anjloknya produksi ikan asin teri ini karena faktor cuaca di perairan Teluk Lampung yang belum baik.

"Dua minggu terakhir saya berhenti memproduksi ikan asin, karena hasil tangkapan nelayan berupa ikan teri segar sedikit," kata Endang, salah satu perajin ikan asin di Pulau Pasaran, Kota Bandarlampung, Jumat (6/4/2018).

Ia menyebutkan, sebagian besar perajin di Pulau Pasaran menghentikan sementara produksi ikan asinnya. Sementara perajin lainnya paling memproduksi puluhan hingga ratusan kilogram teri asin dalam sehari.

"Faktor terang bulan penyebabnya, sehingga nelayan tak melaut. Kalau pun melaut, hasilnya tak sebanding dengan biaya operasionalnya," kata Endang.

Kekurangan stok itu, lanjut Endang, menyebabkan harga ikan teri asin naik.

Jika sebelumnya harga teri nasi sempat mencapai Rp75 ribu per kilogram, kini harganya sudah di atas Rp90 ribu per kilogram.

Perajin ikan asin lainnya, Yadi, juga menyebutkan produksi ikan teri asin dihentikan sementara, namun 2 hingga 3 hari mendatang kembali berproduksi karena faktor cuaca diduga membaik.

"Dua sampai empat hari lagi, produksi ikan teri asin diperkirakan pulih," katanya.

Ia menyebutkan para nelayan tak melaut dengan kondisi cuaca seperti sekarang, karena hasil yang didapatkan tak sebanding dengan biaya operasional dan risiko keselamatan nelayan.

Mengenai harga ikan teri asin, Endang menyebutkan agen ikan di Jakarta yang paling dominan menentukannya.  

Namun, tambah Endang, umumnya berkisar Rp90 ribu per kilogram dengan kondisi cuaca seperti sekarang.

Pulau Pasaran adalah pulau kecil yang lokasinya dekat dengan pesisir Telukbetung Bandarlampung. 

Hampir seluruh penduduknya menggeluti usaha ikan asin, yang keahlian itu diperoleh secara turun temurun.

Awalnya di era 1960-an, luas Pulau Pasaran tak kurang dari beberapa hektare yang dihuni beberapa keluarga, yang aktivitasnya hanya menangkap ikan di sekitar perairan pulau kecil itu, kemudian mengasinkan dan menjualnya ke kawasan Telukbetung.

Kini, Pulau Pasaran telah berubah menjadi "pulau ikan asin" dan menjadi sentra penghasil ikan asin utama di Provinsi Lampung. 

Hampir di seluruh pelosok pulau itu terdapat usaha pembuatan ikan asin dan penduduknya pun terus bertambah hingga ratusan kepala keluarga.

Dalam kondisi normal, Pulau Pasaran bisa menghasilkan teri asin sekitar 20 hingga 30 ton dalam sehari.

Sumber: RILIS.ID Lampung


komentar (0)