logo rilis
Produksi Padi di Lebak Capai 40.118 Ton selama Panen September 2019
Kontributor
Elvi R
08 Oktober 2019, 13:30 WIB
Produksi Padi di Lebak Capai 40.118 Ton selama Panen September 2019
Panen padi di Kabupaten Lebak, Banten. FOTO: Antara

RILIS.ID, Lebak— Produksi padi di Kabupaten Lebak, Banten, sepanjang September 2019 mencapai 40.118 ton dengan luas panen 7.596 hektare tersebar di 27 kecamatan.

"Sebagian besar padi yang dipanen itu menggunakan pompa, karena terdapat sumber potensi air permukaan," kata Pelaksana Data Statistik Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Lebak Supardi di Lebak, Selasa (8/10/2019).

Panen padi di Kabupaten Lebak dipastikan berlangsung sampai Desember mendatang, karena sisa tanam akhir bulan lalu seluas 18.049 hektare dan angka tanam baru seluas 841 hektare.

Produksi panen padi terluas di antaranya di Kecamatan Cibeber seluas 6.477 hektare, Kecamatan Sajira 5.098 hektare dan Kecamatan Cirinten 4.392 hektare.

Menurut dia, para petani tetap melaksanakan gerakan tanam, meski terjadi kemarau panjang.

Petani yang melaksanakan tanam terdapat sumber air permukaan dari situ dan irigasi yang ada mengalami kekeringan.

"Kami menjamin persediaan pangan melimpah, karena berdasarkan laporan kekeringan yang mengakibatkan gagal panen seluas 613 hektare," katanya.

Menurut dia, produksi beras di Kabupaten Lebak sejak Januari-September 2019 menembus 205.208 ton dengan konsumsi warga Lebak 143.724 ton/tahun dari 1,2 juta penduduk.

Sedangkan, produksi beras hingga September surplus 109.393 ton atau mencukupi kebutuhan untuk sembilan bulan ke depan.

Karena itu, persediaan beras di sejumlah pasar tradisional tidak ada masalah, walaupun terjadi kekeringan yang menimbulkan gagal panen.

Namun, produksi beras 2019 terjadi penurunan dibandingkan 2018 akibat kemarau panjang tersebut.

"Kami yakin kemarau itu sama sekali tidak mempengaruhi ketersediaan pangan," katanya.

Ketua Kelompok Tani Sukabungah, Desa Tambaknbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak Ruhyana mengatakan petani di sini tidak terpengaruh kemarau karena bisa dilakukan pompa dengan menyedot air permukaan Sungai Ciujung.

Dengan demikian, indeks penanaman (IP) padi setahun bisa dilakukan sebanyak 2,5 kali musim tanam.

"Kami pertengahan Oktober 2019 melaksanakan panen raya seluas 120 hektare dari angka tanam Juli lalu," katanya.

Sumber: ANTARA




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID