logo rilis
Produksi Benih Padi Inpari 36 oleh Poktan Massengereng II Capai 9,6 Ton Per Hektare
Kontributor
Elvi R
29 September 2020, 15:49 WIB
Produksi Benih Padi Inpari 36 oleh Poktan Massengereng II Capai 9,6 Ton Per Hektare
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Kelompok Tani Massengereng II, Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, panen perdana benih padi varietas Inpari 36 dengan produktivitas 9,6 ton per hektare. Hasil panen tersebut lebih tinggi 2,2 ton per hektare dari varietas yang biasa digunakan oleh petani. Sebelumnya petani panen benih padi menggunakan varietas Mekongga dengan hasil paling tinggi 7,4 ton per hektare. 

Acara panen dihadiri oleh Kepala Loka Penelitian Penyakit Tungro (Lolittungro), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan),  Fausiah T. Ladja, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng yang diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Suhardiman, Koordinator BPP Kecamatan Ganra, H. Alimuddin, Kepala Desa Lompulle serta PPL dan Kelompok Tani Kecamatan Ganra. 

Kegiatan panen ini merupakan rangkaian akhir dari kegiatan pendampingan oleh Lolittungro sejak Juni 2020. Kegiatan pendampingan ini adalah untuk mengatasi masalah para petani di Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng terkait dengan ketersediaan benih bersertifikat saat awal musim tanam.

Dalam sambutannya Fausiah T. Ladja menyampaikan bahwa tujuan kegiatan pendampingan ini untuk mewujudkan desa mandiri benih. Sehingga petani di Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan benih padi bersertifikat untuk musim tanam. 

“berkat pendampingan ini, petani sudah bisa memproduksi benih sendiri, selanjutnya petani di Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng sudah bisa dikatakan mandiri dalam mengatasi ketersediaan benih. Benih tersebut bisa didaftarkan sertifikasinya di Balai Pengawasan Sertifikasi Benih (BPSB) setempat, Selanjutnya benih padi bisa juga dijual untuk umum karena karena sudah memiliki sertifkat benih," ujar Fausiah.

Selanjutnya Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perikanan dan Ketahanan Pangan yang diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan, Suhardiman menyampaikan ucapan terima kasih kepada Balitbangtan, Kementerian Pertanian khsusunya Lolittungro yang telah melaksanakan kegiatan pendampingan desa mandiri benih kepada kelompok tani Massengereng II, Desa Lompulle, Kecamatan Ganra. 

“berharap kegiatan ini dapat terus dilaksankan ke desa lainnya di wilayah Kabupetan Soppeng, sehingga ketersediaan benih bersertifikat tersedia sepanjang musim tanam," harapnya

Menurut Agus Salim, salah seorang petani yang menjadi peserta pada kegiatan pendampingan juga turut mengucapkan terima kasih dan puas atas hasil Inpari 36 yang lebih tinggi dari varietas yang biasa digunakan. 

“varietas Inpari 36 umur tanamannya lebih lama, tapi bukan suatu masalah karena hasilnya cukup tinggi dan tahan terhadap  penyakit tungro, untuk musim tanam berikutnya akan tanam kembali dengan menggunakan varietas Inpari 36” ujar Agus

Sementara, menurut Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry juga menyampaikan bahwa pembinaan dan pemberdayaan petani melalui kelompok tani menjadi Desa Mandiri Benih (DMB) perlu terus dikembangkan. 

“meningkatnya pengetahuan petani dalam memproduksi benih, maka akan lahirlah petani-petani yang menjadi penangkar handal sehingga mampu menyediakan benih unggul bersertifikat secara mandiri di tingkat desa atau wilayahnya” tutupnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID