logo rilis
Priyo: Dengan Trilogi Pembangunan Indonesia Sempat Disebut 'Macan Asia'
Kontributor
Yayat R Cipasang
26 Mei 2018, 15:26 WIB
Priyo: Dengan Trilogi Pembangunan Indonesia Sempat Disebut 'Macan Asia'
Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra dan Sekjen Priyo Budi Santoso. FOTO: Partai Berkarya

RILIS.ID, Jakarta— Trilogi Pembagunan dikenal sebagai konsep pembangunan yang diterapkan Presiden Soeharto selama kekuasaannya dalam 32 tahun. Tidak ada salahnya bangsa Indonesia kembali meerapkan konsep itu di tengah kondisi negara yang lemah secara ekonomi dan stabilitas.

"Trilogi Pembangunan dan delapan jalur pemerataan saat diterapkan Pak Harto selama memimpin, pernah menjadikan Indonesia disebut sebagai 'Macan Asia' melebihi kondisi Republik Rakyat China (RRC) saat itu," kata Priyo dalam keterangan pers yang diterima rilis.id, Sabtu (26/5/2018).

Dengan Trilogi Pembangunan ini, kata Priyo, terbukti Pak Harto bisa mengaplikasikan dengan baik dalam Program Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita), serta mengejawantahkannya dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). 

“Trilogi Pembangunan akan menjadi visi, misi, dan platform Partai Berkarya yang nasionalis, religius, serta mengedepankan kerja dan karya,” jelas Priyo.  

Ketika Soeharto memimpin Indonesia, lanjut Priyo, dengan Repelita siapa pun pemimpin negara ataupun menteri dapat terlihat capaian-capaiannya atau kekurangan-kekurangannya selama lima tahun berjalan. Kemudian dengan adanya GBHN, menjadi sangat jelas, kemana arah dan tujuan bangsa Indonesia selama lima tahun, 10 tahun, atau mungkin dalam satu periode. 

"Ukuran pencapaian konsep Repelita dan GBHN sangat bisa dilihat bersama," ujarnya.

Selama kunjungan ke daerah, kata Priyo, sangat terlihat kerinduan masyarakat terhadap kepemimpinan Soeharto yang sukses membangun Indonesia. 

"Ketika saya masuk pasar, simbok-simbok bakul (ibu-ibu pedagang pasar) banyak yang teriak histeris melihat kedatangan Tommy Soeharto yang merupakan putra dari Pak Harto. Lalu berbondong-bondong mengajak bersalaman dan berfoto. Selain di pasar, di berbagai tempat lain, banyak kalangan masyarakat yang histeris ketika bertemu Tommy Soeharto," ujarnya.

“Ini ya, mas Tommy, putranya Presiden Soeharto,” begitulah Priyo menirukan luapan perasaan para ibu-ibu pedagang pasar dan masyarakat akar rumput di berbagai tempat. 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)