Home » Peristiwa » Nasional

Presiden Tak Percaya BPS, Rocky Gerung: Kacau Ini

print this page Kamis, 12/10/2017 | 20:01

Pengajar filsafat Universitas Indonesia Rocky Gerung dalam diskusi "Siapa Presiden 2019" di Resto Bangi Coffe Tiam, kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (12/10/2017). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Pengajar filsafat Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung melihat ada tren negatif pemerintahan Jokowi-JK dalam isu ekonomi. Pada tahun ketiga masa pemerintahannya, Jokowi dianggap belum berhasil menyelesaikan masalah ekonomi masyarakat. Seharusnya pada tahun ketiga, penilaian baik yang diperoleh. Lebih parahnya lagi, kata Rocky, Presiden tidak percaya dengan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

"Kalau dia bisa selesaikan, seharusnya di akhir tahun ketiga bagus tapi nyatanya tidak," kata Rocky dalam diskusi "Siapa Presiden 2019" di Resto Bangi Coffe Tiam, kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (12/10/2017)

Lewat data dari berbagai survei mengungkapkan kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi dalam hal menyelesaikan persoalan ekonomi masih rendah. Survei Indikator Politik Indonesia (IPI) memperlihatkan 43 persen publik menganggap semakin berat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kemudian ada 18 persen menjawab soal pemenuhan kebutuhan itu lebih baik dari tahun sebelumnya.

Mayoritas publik menganggap belum ada perubahan yang signifikan yang dikerjakan pemerintah terkait pengentasan pengangguran. Sebanyak 50 persen menjawab pengangguran semakin meningkat dan hanya 20 persen menjawab lebih baik dari tahun lalu.

Yang jadi masalah, imbuh Rocky, Presiden Jokowi malah tidak percaya soal data-data yang dikeluarkan BPS. Menurutnya, ketidakpercayaan terhadap data yang dihasilkan melalui statistik dari lembaga resmi sangat berbahaya, karena akan menyebabkan ketidakpercayaan soal fakta-fakta di lapangan.

"Dia malah membantah data BPS, kan kacau ini. Kalau begitu ada parameter yang bikin orang nggak percaya lembaga resmi. Nggak mau melihat fakta," pungkasnya.

Penulis Armidis Fahmi
Editor Yayat R Cipasang

Tags:

presidenjokowikinerja pemerintahpilpres 2019

loading...