logo rilis
Presiden Sebut Politik Banyak Jahatnya
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
12 Mei 2018, 08:15 WIB
Presiden Sebut Politik Banyak Jahatnya
Presiden RI Joko Widodo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Cilegon— Presiden RI Joko Widodo mengingatkan agar kerukunan warga tetap terjaga di tahun politik ini.  Jangan sampai karena berbeda pilihan pilkada dan pilpres, hubungan malah retak.

"Rugi besar dan biaya sosialnya terlalu besar, hanya urusan pilkada setiap 5 tahun," kata Presiden Jokowi, belum lama ini.

Ia mendorong agar publik memilih pemimpin yang dianggap paling baik, dicoblos. Namun, setelah itu, harus rukun kembali sebagai saudara sebangsa setanah air.

"Jangan sampai dibawa kemana-mana. Ini adalah hajatan politik, dan kadang politik itu banyak jahatnya," tambah dia.

Namun di media sosial, menurut Jokowi, yang terjadi saling mencela, mengejek, menjelekkan, mencemooh, dan melempar ujaran kebencian.

"Itu namanya suhul tafahum, mestinya yang kita kembangkan adalah khusnul tafahum. Jangan gampang curiga, benci, dengki, kurang pengertian, berpikiran jelek," tambah dia.

Presiden mengingatkan yang disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma'ruf Amin, bahwa kita ini dilihat oleh negara lain sangat baik, ingin dijadikan contoh, role model.

"Berbeda-beda suku, agama, bahasa daerah tetapi tetap rukun dan bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," ucapnya.


500
komentar (0)