logo rilis
Presiden: Kritik Itu Penting, tapi Bedakan dengan Celaan
Kontributor
Elvi R
22 Maret 2018, 12:45 WIB
Presiden: Kritik Itu Penting, tapi Bedakan dengan Celaan
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Presiden Joko Widodo menyebut, kritikan penting dalam demokrasi dan pembangunan. Namun, kritik yang berbasis data dan mencari solusi bisa digunakan untuk memperbaiki kebijakan yang ada. 

"Kalau yang salah ya mesti ada yang mengingatkan dengan kritik. Tapi tolong dibedakan kritik dengan mencela. Bedakan kritik dengan fitnah. Kritik dengan nyinyir beda lagi," imbuhnya.

Oleh karenanya, dia mengajak seluruh parpol dan politisi untuk memfokuskan pada adu program dan prestasi dalam pilkada, pileg, serta Pilpres 2019 nanti. Adu program dalam hal menyejahterakan rakyat, meningkatkan ekonomi, menjaga persatuan bangsa, hingga membawa Indonesia menjadi negara maju. 

"Marilah kita bekerja sama untuk meningkatkan kualitas demokrasi kita membuat demokrasi yang menyejahterakan rakyat dan kebebasan politik yang santun, yang konstruktif sesuai dengan adat istiadat bangsa kita Indonesia," ungkap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menyebut, kontestasi pilkada, pileg dan pilpres harus menjunjung tinggi etika dan tata krama. Kontestasi harus saling menghargai dan menghormati dan tidak saling mencemooh. 

"Perbedaan jangan mengganggu persatuan dan kesatuan. Perbedaan pendapat dan perbedaan pilihan itu biasa. Sekali lagi, harus menjunjung tinggi sopan santun dan adat ketimuran. Kita tidak saling menghujat dan mencemooh, tidak pula menyebar berita bohong dan ujaran kebencian," bebernya.


komentar (0)