logo rilis

Presiden Jokowi: Stok Beras Cukup dan Harga Stabil
Kontributor
Sukma Alam
04 Januari 2019, 15:02 WIB
Presiden Jokowi: Stok Beras Cukup dan Harga Stabil
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Tulungagung— Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan perhatian khusus kepada harga kebutuhan pokok beras dan mengupayakan harganya terus stabil.

"Yang pertama yang saya lihat beras karena ini pengaruhnya terhadap inflasi. Harga beras sangat berpengaruh sehingga beras yang terlebih dahulu yang saya lihat," kata Presiden Jokowi di Kampus STKIP PGRI Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (4/1/2018).

Presiden menyampaikan hal itu menanggapi pertanyaan wartawan mengenai hasil kunjungannya ke Pasar Ngemplak Tulungagung Jumat pagi.

Presiden mengatakan stabilisasi harga beras melalui operasi pasar Bulog mulai efektif menstabilkam harga beras.

"Kita lihat biasanya setiap Desember dan Januari naiknya pasti tinggi. Tadi saya lihat stabil, beras medium juga tercukupi," katanya dilansir Antara.

Ia menyebutkan harga beras medium rata-rata Rp8.500 per kilogram. "Memang di pasaran yang kurang itu beras medium. Tapi kalau melihat stoknya tadi Insya Allah tidak ada masalah untuk beras," katanya.

Kepala Negara menyebutkan dirinya mengecek semua harga kebutuhan pokok baik yang harganya turun, stabil, maupun naik.

"Yang naik itu tadi daging ayam, naik Rp1.000 dari Rp31.000 menjadi Rp32.000 per kilogram. Saya kira ini perlu perhatian. Meskipun naiknya Rp1.000 ini akan kita perhatikan," katanya.

Presiden menyebutkan ada masalah di pasokan pakan ternak yang kurang yaitu jagung ke peternak, sehingga itu memengaruhi harga daging ayam.

"Naik sekecil apapun harus diperhatikan karena kita ingin mengendalikan harga-harga dan menurunkan inflasi," katanya.

Ia menyebutkan inflasi sudah cenderung turun. Pada tahun 2017 mencapai 3,61 persen dan tahun 2018 hanya 2,13 persen.

"Ini patut kita syukuri. Orang harus mengerti bahwa yang namanya inflasi rendah atau turun itu artinya harga juga turun, jangan diartikan yang lain, itu sudah rumus," katanya.
 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)