logo rilis

Presiden Iran Sebut Trump Pebisnis Tak Paham Politik Internasional
Kontributor
Syahrain F.
26 April 2018, 18:49 WIB
Presiden Iran Sebut Trump Pebisnis Tak Paham Politik Internasional
Presiden Iran Hassan Rouhani. Credit: AP/Ebrahim Noroozi

RILIS.ID, Tabriz— Di tengah perkembangan isu nuklir Iran yang kembali mencuat, perang urat syaraf kembali memanas. 

Baru-baru ini, Presiden Iran Hassan Rouhani melontarkan ejekan sekaligus kritikan terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dia sebut sebagai "seorang pebisnis dan pengusaha yang tak paham soal politik dan hukum internasional".

Pernyataan itu dia lontarkan usai Trump mengadakan pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron guna membahas mengenai peningkatan sanksi terhadap nuklir Iran.

"Gedung Putih berpikir mereka mampu bermain di Timur Tengah. Kami katakan, baik AS ataupun Israel, tak ada yang mampu menentukan nasib masa depan Timur Tengah. Hanya orang-orang di kawasan itu yang mampu," ucap Rouhani ketika berbicara dalam suatu acara di kota Tabriz, Iran, melansir Middle East Monitor.

Berdasarkan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) yang disepakati pada 2015, AS bersedia untuk mengendurkan sanksi terhadap Iran dengan jaminan bahwa Teheran akan menghentikan program pengayaan senjata nuklirnya.

Namun, pasca bertemu Macron dua hari lalu (24/4), tampaknya timbul kekhawatiran di kubu Iran bahwa AS di bawah Trump akan kembali membuat Teheran mengencangkan ikat pinggangnya dengan sejumlah sanksi-sanksi yang terbukti telah melemahkan perekonomian Iran.

Di satu sisi, Rouhani tetap berharap agar Trump dapat memegang komitmen pada kesepakatan JCPOA sehingga menghindari turbulensi ekonomi di dalam negeri Iran yang beberapa bulan lalu menjadi pemicu meletusnya aksi demonstrasi rakyat.

"Seorang pengusaha dan pimpinan perusahaan tak dapat membuat keputusan mengenai urusan internasional. Presiden AS yang tak paham soal politik dan hukum itu harus lebih dulu menunjukkan komitmennya mengenai kesepakatan nuklir (2015 JCPOA)," ucap Rouhani.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)