logo rilis

Presiden: Bulog Butuh Sosok yang Tegas dan Berani
Kontributor
Elvi R
30 April 2018, 17:26 WIB
Presiden: Bulog Butuh Sosok yang Tegas dan Berani
Presiden Jokowi dalam pembukaan IIMS. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Presiden Joko Widodo memandang karakter yang dimiliki Komisaris Jenderal (Purn) Budi Waseso merupakan kriteria yang dibutuhkan oleh Perum Bulog. Hal itu disampaikannya untuk menjawab pertanyaan jurnalis mengenai pengangkatan Budi Waseso sebagai Direktur Utama Bulog oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Kita perlu orang yang tegas, orang yang berani, orang yang jujur, orang yang memiliki rekam jejak dalam mengelola Bulog," ujar Presiden di Hotel Grand Sahid Jaya, Senin, (30/4/2018).

Menurutnya Presiden, persoalan yang menjadi wewenang Bulog merupakan persoalan yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Oleh karenanya, ketegasan dan keberanian diperlukan dalam memimpin dan mengarahkan Bulog menjalankan tugasnya.

"Persoalan perut, persoalan beras, ini adalah persoalan rakyat. Jadi kita memerlukan sosok yang seperti tadi yang saya sampaikan,"

Untuk diketahui, pria yang akrab disapa Buwas itu diangkat sebagai Direktur Utama Bulog melalui Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-115/MBU/04/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Umum Bulog.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Rusli Abdullah mengakui Bulog membutuhkan penyegaran untuk meningkatkan fungsinya.

"Penyegaran manajeman Bulog ibarat pergantian tim dalam sepak bola. Ada pergantian pemain dalam rangka penyegaran tim yang bisa meningkatkan akurasi dan daya gedor serangan tim," katanya kepada rilis.id, di Jakarta, Senin (30/4/2018).

Menurut Rusli, langkah pergantian 'pemain' di Bulog tepat, mengingat saat ini pemerintah sedang mengupayakan stabilisasi harga jelang puasa dan lebaran 2018. 

"Kita tahu, hari ini, harga pangan masih tinggi, bahkan ada beberapa komoditas melebihi HET. Pergantian ini diprediksi akan menguatkan peran Bulog terlebih ada bapak Budi Waseso, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri," jelasnya.

Dia menyebut, pengetahuan Komisaris Jenderal (Purn) Budi Waseso di masa lalu, bisa menjadi modal penting dalam menguatkan institusi Bulog. 

Namun demikian, catatan pentingnya, lanjut Rusli, jangan sampai pergantian manajemen BULOG ini menjadi momentum untuk mematikan inisiatif swasta dalam melaksanakan aktifitas perdagangan komoditas pangan di dalam negeri.

"Pak Buwas, tidak punya latar belakang korporasi, itu salah satu kekurangan Dirut baru ini. Padahal BULOG tidak hanya bertugas untuk menyalurkan bansos/renstra tapi juga punya kepentingan bisnis Bulog," pungkas Rusli.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)