Home » Elektoral

Prediksi CSIS, Pemilu 2019 Masih Sajikan Pertarungan Jokowi Vs Prabowo

Selasa, 12/9/2017 | 18:39

Peneliti CSIS Arya Fernandes (kiri). FOTO: RILIS.ID/Armidis Fahmi

RILIS.ID, Jakarta— Survei yang dilakukan Center for Strategic and International Studies (CSIS) mengungkapkan elektabilitas Presiden  Joko Widodo naik menjadi 50,9 persen dari tahun sebelumnya 41,9 persen.

Peneliti departemen politik dan hubungan internasional CSIS Arya Fernandes memperkirakan, perhelatan Pemilu 2019 masih mempertemukan Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Kedua pasangan ini sebelumnya sempat bertarung merebut kursi presiden 2014 lalu.

"Angka tersebut belum menjadi angka aman bagi seorang petahana," kata Arya Fernandes saat menyampaikan hasil surveinya, di Jakarta Pusat, Selasa (12/9/2017).

Di sisi lain, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Sibianto tidak mengalami kenaikan elektabilitas yang signifikan. Angkanya pada posisi 25,8 persen. Hanya naik tipis dari tahun 2016 yang mencapai 24,3 persen.

Sementara pada posisi ketiga muncul nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Namun elektabilitasnya semakin menurun dari tahun sebelumnya 4 persen menjadi 1,3 persen pada tahun 2017.

Arya melanjutkan, masih memungkinkan munculnya poros alternatif dalam Pemilu 2019 mendatang. Namun, langkah itu membutuhkan upaya maksimal bagi Partai Demokrat untuk menarik dukungan partai lain seperti PKB, PPP maupun PAN.

"Poros ini diperkirakan mungkin akan mengusung Agus Harimurti Yudhoyono yang bisa saja menjadi kuda hitam," jelas Arya.

Survei dilakukan CSIS terhadap 1.000 orang responden dengan margin of error 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden tersebut menyebar secara proporsional di sejumlah 34 provinsi seluruh Indonesia. 

Pengambilan data melalui wawancara dan tatap muka menggunakan kuisioner terstruktur yang dilakukan pada 23-30 Agustus 2017.

Penulis Armidis Fahmi
Editor Yayat R Cipasang

Tags:

csis survei elektabilitas jokowi prabowo

loading...