Home » Peristiwa » Nasional

Praperadilan Novanto Gugur, Ini Kata Hakim Kusno

print this page Kamis, 7/12/2017 | 13:53

Setya Novanto ketika ditahan KPK. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Hakim tunggal pengadilan negeri Jakarta Selatan Kusno mengatakan, proses praperadilan Setya Novanto akan gugur saat hakim pengadilan negeri tindak pidana korupsi membacakan dakwaan perkaranya. Hal ini ditegaskannya dalam sidang praperadilan, Kamis (7/12/2017).

"Kita garis pendiriannya pasal 82 di mana baru gugur setelah pemeriksaan pokok perkara dimulai. Kapan dimulai itu sejak hakim yang menyidangkan pokok perkara ketuk palu membuka sidang untuk pembacaan surat dakwaan. Kita sepakat seperti itu ya," kata Kusno di pengadilan negeri Jakarta Selatan, Kamis (7/12/2017).

Dia mengaku, akan bekerja sesuai dengan hukum acara. Dengan begitu gugatan praperadilan akan gugur setelah perkara pokoknya diperiksa oleh pengadilan tindak pidana korupsi.

Meski demikian, Kusno menegaskan tak akan mempercepat atau memperlambat proses praperadilan. Menurutnya, perkara gugatan dari pihak Setya Novanto ini akan tetap diproses sesuai aturan yang berlaku yakni maksimal tujuh hari.

"Kemungkinan kalau ini bertele-tele jadi hari Kamis (14/12) jam 3 saya putus. Paling lambat Jumat, jadi tidak ada pikiran hakim tergesa-gesa putus atau juga hakimnya bisa dilambat-lambatkan. Supaya kita fair di sidang ini," ujarnya.

Sebagai informasi, KPK sendiri telah merampungkan berkas penyidikan Novanto dalam perkara korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun ini. Berkas penyidikan Novanto dinyatakan telah lengkap atau P21 pada Selasa, 5 Desember 2017. 

Jika merujuk pada Pasal 82 ayat (1) huruf d KUHAP, yang menyatakan dalam hal suatu perkara sudah mulai diperiksa ‎oleh pengadilan negeri sedangkan pemeriksaan mengenai permintaan kepada praperadilan belum selesai maka permintaan tersebut gugur.

Sedangkan, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 102/PUU-XIII/2015 menyatakan, permintaan praperadilan dinyatakan gugur ketika sidang perdana pokok perkara terdakwa digelar di pengadilan.

Penulis Tari Oktaviani
Editor Sukarjito

Tags:

Setya NovantoPraperadilanHakim Kusno