Home » Peristiwa » Dunia

Prancis Enggan Ikuti AS-Israel Keluar dari Unesco

print this page Selasa, 17/10/2017 | 18:06

FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Paris— Prancis enggan mengikuti langkah Amerika Serikat dan Israel yang memutuskan keluar dari Unesco, lembaga PBB yang membidangi pendidikan, budaya, dan warisan dunia.

Meski begitu, Prancis menilai keluarnya AS dan Israel mesti menjadi pertimbangan bagi Unesco untuk melahirkan gagasan baru. Terutama gagasan untuk memperoleh kembali kepercayaan semua negara anggota.

Demikian Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Agnes Romatet-Espagne, Kamis (12/10/2017) waktu setempat.

"Lebih dari sebelumnya, Unesco memerlukan gagasan yang berkumandang di semua negara anggotanya, yang akan memulihkan kepercayaan, mengatasi perpecahan politik dan didedikasikan semata-mata pada misi utama Unesco," katanya sambil menegaskan bila masa depan Unesco sangat penting buat Prancis. 

Pernyataan Prancis tersebut dikeluarkan setelah AS, pada Kamis pagi waktu setempat memutuskan keluar dari keanggotaan di Unesco pada 31 Desember 2018.

"Kami menyesalkan keputusan AS untuk keluar dari UNESCO pada saat dukungan internasional buat organisasi ini sangat penting," kata Romatet-Espagne.

Keputusan AS itu didasari penilaiannya bahwa Unesco menunjukkan "bias anti-Israel". Pengumuman ini diikuti beberapa jam kemudian oleh Israel.

"Ini adalah keputusan berani dan bermoral, karena Unesco telah menjadi teater yang tidak masuk akal. Alih-alih melestarikan sejarah, mereka mendistorsinya," ujar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Unesco terkenal dengan daftar warisan dunia dari situs budaya dan alam yang luar biasa. Namun organisasi ini sering menarik kemarahan Israel dan AS atas serangkaian keputusan.

Satu di antaranya terkait Hebron, sebuah kota di bagian selatan yang diduduki Palestina. Unesco memutuskan Hebron sebagai situs warisan dunia Palestina. Sebelumnya, Unesco juga telah mengakui Palestina sebagai anggota.

Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova, mengungkapkan "penyesalan mendalamnya" atas keputusan AS tersebut.

"Ini bukan hanya tentang Warisan Dunia," katanya, menggambarkan penarikan tersebut sebagai "kerugian bagi organisasi dan AS".

"Pada saat konflik terus memecah-belah masyarakat di seluruh dunia, sangat disesalkan Amerika Serikat menarik diri dari badan PBB yang mempromosikan pendidikan untuk perdamaian dan melindungi budaya yang diserang. Ini adalah kerugian bagi keluarga PBB. Ini adalah kerugian multilateralisme," pungkasnya.

Editor Eroby JF
Sumber ANTARA

Tags:

PrancisAmerika SerikatIsraelUnescoPalestina