logo rilis
Prabowo Sebal pada Televisi 'M' tapi Tak Dendam kepada Wartawannya
Kontributor
Tio Pirnando
01 April 2018, 22:30 WIB
Prabowo Sebal pada Televisi 'M' tapi Tak Dendam kepada Wartawannya
Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Depok— Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto rupanya sangat gusar dengan sebuah stasiun televisi partikelir di Indonesia. Mantan Danjen Kopassus ini mengaku tak nyaman dengan pemberitan stasiun televisi tersebut yang selalu memojokkan dirinya.

Sindiran tersebut disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato di hadapan 3.000 kader dan simpatisan Gerindra, pemuka agama, cagub Jabar Sudrajat dan pimpinan buruh di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Minggu (1/4). Tema kunjungan ke Depok tersebut bertajuk 'Prabowo Menyapa Warga Jawa Barat'.

Prabowo selalu khawatir apa yang disampaikannya tidak diwartakan secara objektif bahkan terkadang dipotong-potong. Framing media membuatnnya gusar karena inti pernyataan atau pidato banyak keluar dari substansi.

"Ada yang dari (media) itu nggak ya? Saya agak alergi dengan satu channel itu. Tapi saya nggak sebut namanya ya, nggak etis. Tapi namanya mulai dengan M, tentu saya enggak sebut namanya ya," kata Prabowo diikuti tawa dan tepuk tangan kader Gerindra.

Tetapi kader spontan bereriak lantang menyebut televisi milik Ketua Umum Partai Nadem Surya Paloh tersebut. "Metro...Metro...  Metro...," teriak mereka bergemuruh.

Sebaliknya, televisi yang seragam jurnalisnya berwarna merah, Prabowo mengaku tidak memiliki persoalan. Bahkan televisi tersebut disebut Prabowo sebagai sahabat.

"Itu dari stasiun mana, oh, tvOne yang baju merah oke, friend. Yang lain enggak berani pakai seragam," paparnya.

Kader Gerindra rupanya sangat tahu televisi yang dimaksud Prabowo bukan sahabat itu adalah Metro TV kendati masih ada televisi lain berinisial M, yaitu MNC TV milik Ketua Umum Perindo Hary Tanoe Soedibyo.

Dalam bagian pernyataan lainnya, Prabowo menegaskan tidak membenci atau dendam kepada wartawan yang bekerja di media yang disebut berinisial M tersebut. Wartawan tersebut, menurut Prabowo bergaji kecil dan itu menjadi salah satu agenda yang diperjuangkan Partai Gerindra.

"Mereka sama hatinya dengan kita karena gajinya kecil. Yang gajinya kecil itu sama dengan kita,” ucap Prabowo.
 

Editor: Yayat R Cipasang


komentar (0)