logo rilis
Prabowo Sangat Jengkel dengan Seniornya yang Doyan Umbar Kata 'Netral'
Kontributor
Tio Pirnando
01 April 2018, 21:02 WIB
Prabowo Sangat Jengkel dengan Seniornya yang Doyan Umbar Kata 'Netral'
Ketua Umum Partai DPP Gerindra Prabowo Subianto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Depok— Ketua Umum Partai DPP Gerindra Prabowo Subianto menegaskan tidak ada kata netral apalagi kompromi terkait kepentingan asing yang ingin menguasai Indonesia. Hal tersebut disampaikanya di hadapan 3.000 kader Gerindra di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Minggu (1/4/2018)

"Kalau menyangkut memilih kepentingan bangsa Indonesia dengan asing tidak ada netral, tidak boleh netral. Kita harus berpihak kepada bangsa kita sendiri," ucap Prabowo.

Prabowo mengatakan, pernyataannya tersebut lantaran dirinya kerap bertemu dengan senior-seniornya atau para purnawirawan TNI. Mereka, lanjutnya, sering menanyakan sikap netral dalam membela sesuatu.

"Saya kadang-kadang kapok ketemu senior-senior saya, orang-orang hebat, orang-orang yang saya hormati, tapi selalu mengatakan 'dek, saya harus berdiri di atas semua golongan, saya harus netral," ungkap Prabowo menirukan ucapan seniornya tersebut. Tapi Prabowo tak menyebut nama-nama para seniornya itu.

Lebih lanjut mantan Danjen Kopassus ini menyampaikan, jika masyarakat ingin mendengarkan sikapnya terkait memilih atau berpihak kepada kepentingan asing atau rakyat Indonesia, dengan tegas Prabowo memilih Indonesia. Apalagi, ekonomi dan kekayaan bangsa ini sebagian sudah dikuasai oleh asing.

"Kalau kau tidak mau lihat kenyataan bahwa ekonomi kita, kekayaan kita sudah dikuasai oleh bangsa-bangsa asing, ya sudahlah," bebernya.

Namun demikian, mantan Danjen Kopasus ini memastikan akan tetap hormat dengan para senior-seniornya tersebut, tetapi kemungkinan tak akan banyak lagi berbicara, karena sikap dan pandangan sudah berbeda.

"Saya katakan nggak ada waktu lagi banyak bicara dengan kalian-kalian itu. Bagi saya, kalau harus milih kepentingan rakyat kita dan kepentingan kekuasaan asing, tidak ada netral. Setelah sekian puluh tahun merdeka, ternyata kekayaan kita tidak tinggal di bangsa kita. Kita bangsa yang lengah dan kurang waspada," ujar Prabowo.

Editor: Yayat R Cipasang


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)