logo rilis

Prabowo 'Nyapres', Peta Politik Golkar Tak Berubah
Kontributor
Kurnia Syahdan
13 April 2018, 11:09 WIB
Prabowo 'Nyapres', Peta Politik Golkar Tak Berubah
Ilustrasi FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Korbid Pemenangan Pemilu Sumatera, DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menyatakan majunya Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sebagai calon presiden, tidak akan merubah peta politik partai Golkar saat ini.

"Bahkan majunya kembali pak Prabowo itu tidak akan banyak merubah wajah kontestasi politik Pemilu 2019, seperti Pemilu 2014," katanya dalam siaran pers yang diterima rilis.id di Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Doli mengatakan, Partai Golkar juga menghormati apapun langkah politik yang diambil oleh pak Prabowo, termasuk dalam mencalonkan dirinya kembali sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2019. 

"Sama dengan partai politik yang lain, tentu sangatlah logis dan beralasan bila mereka mencalonkan Ketua Umumnya, baik sebagai Capres ataupun Cawapres," katanya.

Menurutnya, head to head Prabowo vs Jokowi bukan lagi hal baru bagi rakyat Indonesia. 

Yang berbeda, lanjut Doli, adalah partai pendukungnya. Kalau dulu partai pendukung Jokowi hanya PDIP, Nasdem, Hanura, dan PKB dan partai pendukung Prabowo adalah Gerindra, Golkar, PAN, PKS, PPP dan PBB.

"Sekarang dalam konteks Pilpres, Jokowi sementara baru didukung oleh PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura dan PPP dan Prabowo sementara didukung oleh Gerindra dan PKS," ungkapnya.

Perlu pula dicatat pula, kata Doli, Golkar, PPP dan sebenarnya juga PAN sudah dari sebelumnya menyatakan bergabung bersama partai politik pendukung pemerintahan Jokowi-JK, yang sejauh ini kebersamaannya cukup solid dan telah pula menghasilkan produk-produk politik yang saling mensinergikan. 

"Jadi majunya Prabowo dan apalagi bila nanti akan hanya berhadapan dengan Jokowi, tentu dinamikanya tidak akan banyak berubah, bahkan dapat menjadi predictable," ingatnya. 

Doli menambahkan, bagi Golkar, majunya Prabowo adalah sesuatu yang wajar saja dan tidak akan berpengaruh banyak terhadap peta dukungan partai politik, apalagi terhadap soliditas partai politik pendukung pak Jokowi. 

"Akan terjadi kembali pertarungan antara generasi 60-an dengan generasi 40-an yang tinggal hanya diwakili oleh Prabowo, yang pada tahun 2014 sudah pernah dikalahkan oleh Jokowi," tambahnya. 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)