logo rilis

Prabowo: Kesenjangan Ekstrem Jadi Tantangan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Kontributor
Sukma Alam
21 November 2018, 17:55 WIB
Prabowo: Kesenjangan Ekstrem Jadi Tantangan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Capres Prabowo Subianto. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Calon Presiden Prabowo Subianto menyampaikan, kesenjangan ekstrem masih jadi tantangan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Salah satu masalah yang dihadapi adalah kesenjangan ekstrem.

"Di Indonesia, satu persen populasi menguasai 45,5 persen kekayaan dan sumber daya," kata Prabowo dalam pidatonya Forum Ekonomi Indonesia (IEF) di Jakarta, Rabu (21/11/2018)/

Situasi demikian, menurut Prabowo, menempatkan Indonesia sebagai negara keempat dengan tingkat kesenjangan tertinggi dunia. Kesenjangan tinggi, menurut Prabowo dibuktikan dengan beberapa indikator, di antaranya rendahnya tingkat literasi, tingginya kasus stunting, dan minim akses ke air bersih.

"Dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara, Indonesia menempati urutan ke-113 dari 188 negara dalam hal Indeks Pembangunan Manusia (IPM/HDI)," kata Prabowo dilansir Antara.

IPM merupakan indikator pembangunan yang menghubungkan pertumbuhan ekonomi dengan kualitas hidup.

Indikator yang diukur dalam IPM tidak hanya Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi tingkat harapan hidup, tingkat pendidikan, dan akses publik terhadap air bersih.

Menurut Prabowo, Indonesia masih cukup tertinggal dalam memastikan ketersediaan akses air bersih untuk rakyat.

Dari 180 negara, Indonesia menempati peringkat 123 dalam ketersediaan air bersih, sebut Prabowo.

Sementara itu, Singapura menempati peringkat 12, diikuti dengan Malaysia (55), Thailand (71), Vietnam (85), dan Filipina (107)


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)