logo rilis

Prabowo Enggan Ungkap Anggaran secara Terbuka, Pengamat: Langkah Cerdas!
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
13 November 2019, 14:30 WIB
Prabowo Enggan Ungkap Anggaran secara Terbuka, Pengamat: Langkah Cerdas!
FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta, Emrus Sihombing, memuji langkah Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, yang enggan memaparkan anggaran pertahanan di Komisi I DPR RI secara terbuka, pada Senin (11/11/2019).

Menurut Emrus, respons Prabowo yang ngotot menolak pemaparan anggaran secara terbuka itu adalah langkah yang cerdas dan tepat dengan tidak teejebak pada pandangan anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon. 

"Respons Prabowo tersebut sangat bernas, cerdas, bagus dan luar biasa. Dia tidak terjebak pada pandangan ES (Effendi Simbolon) yang meminta uraian aggaran pertahanan," kata Emrus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/11/2019). 

Emrus menilai, Prabowo telah mampu membaca peta para aktor politik di parlemen di awal masa kepemimpinannya sebagai Menhan. Sehingga, Prabowo kekeh untuk membahas rincian anggaran dalam rapat tertutup. 

"Menurut saya, penolakan Menhan ini sangat tepat sekali. Alokasi anggaran, apalagi dalam bentuk rincian sejumlah rupiah untuk alutsista tertentu, dari aspek geopolitik posisi Indonesia dalam hubungannya dengan negara-negara lain, utamanya dengan negara tetangga, dan dikaitkan dengan postur keseluruhan APBN kita, saya mendukung pandangan Menhan agar dibahas dalam sidang tertutup di Komisi I DPR RI," ujarnya. 

Emrus berpandangan, akan menjadi tidak produktif bila rincian anggaran pertahanan dibahas di sidang terbuka karena berpotensi menjadi “konsumsi” publik dan dunia internasional. Hal itu, menurutnya, sangat tidak menguntungkan bagi posisi Indonesia dalam pengelolaan petahanan, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

"Karena itu, teman-teman anggota legislatif harus menyadari bahwa rincian alokasi angggaran  merupakan bagian yang tak terpisahkan dari strategi pertahanan itu sendiri," jelas Emrus. 

"Kalau pun ada suatu negara membuka anggaran pertahanannya di website yang dapat diakses oleh publik, itu pasti disengaja sebagai bagian dari strategi pertahanan mereka. Tidak ada perilaku politik pertahanan yang tidak direncanakan," lanjutnya. 

Dia menilai, Prabowo menolak pembahasan rincian anggaran pertahanan dalam sidang terbuka bisa menjadi suatu hal yang sangat strategis dalam manajemen pertahanan  di negeri ini.

"Sebaliknya, jika Prabowo tergiring atas pandangan ES, masalahnya akan lain dalam konteks pengelolaan petahanan di negara kita dan sekaligus bisa menimbulkan polemik yang berkepanjangan yang sangat tidak produktif di ruang publik, alias “gorengan” politik. Untuk itu, dalam konteks perbebatan di komisi satu tersebut, saya sangat mengapresiasi Menhan, Prabowo Subianto," ungkap dia. 

"Untuk itu, saya mengucapkan selamat buat Menhan kita, Prabowo Subianto," tandasnya. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID