logo rilis
Prabowo Diminta Tunda Beli Thyphoon Eurofighter
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
10 September 2020, 09:30 WIB
Prabowo Diminta Tunda Beli Thyphoon Eurofighter
Menhan Prabowo Subianto. FOTO: Biro Humas Kemhan

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Willy Aditya, meminta  kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk menunda dan mengkaji ulang rencana pembelian pesawat Thyphoon Eurofighter dari Austria.

Pasalnya, menurut Willy, ada temuan kasus di Austria terkait alat utama sistem persenjataan (alutsista) tersebut. 

"Ada kasus kickback dari konsorsium pembuat Eurofighter kepada politisi di Austria, lalu Austria menggugat konsorsium karena praktek tidak sehat ini," kata Willy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/9/2020). 

Willy mengatakan, masalah internal Austria jangan sampai merembet ke Indonesia karena pembelian pesawat tersebut.

"Kehormatan Menhan Prabowo dan Indonesia dipertaruhkan dalam negosiasi Eurofighter dengan Austria," ujarnya.

Selain itu, pembelian Eurofighter juga harus mengikuti kebijakan umum pertahanan namun yang menjadi persoalan kebijakan tersebut belum selesai dibuat.

"Tidak bisa cuma dengan alasan peremajaan atau alasan pembinaan trimatra," ungkap dia.

Adapun alasan ketiga, kata Willy, dari jenis Thypoon yang mau dibeli dari Austria, sebenarnya Indonesia sudah punya Sukhoi 35. Menurutnya, sistem perawatan, peralatan, suku cadang dan kebutuhan Sukhoi sudah disiapkan. 

Kalau membeli alutsista yang berbeda, lanjut Willy, maka belanja lainnya untuk perbaikan, perawatan, suku cadang dan lainnya pun akan beda.

"Dampaknya akan juga berkenaan dengan APBN nantinya, Menhan Prabowo harus pikirkan juga hal ini. Lebih baik beli dari model yang sama saja," katanya.

Sebelumnya, Kemhan berencana membeli Alutsista Eurofighter Typhoon dari Austria.

Kemhan menilai kebijakan tersebut sudah berdasarkan kajian komprehensif dan pembelian alutsista tersebut bertujuan untuk memperkuat pertahanan Indonesia dalam segala hal.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID