logo rilis
PPP Djan Farid Kritik Putusan MK soal Aliran Kepercayaan
Kontributor

14 November 2017, 19:04 WIB
PPP Djan Farid Kritik Putusan MK soal Aliran Kepercayaan
PPP Djan Fariz jumpa pers. FOTO: RILIS.ID/Armidis Fahmi

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan muktamar Jakarta Djan Faridz menilai, putusan Mahkamah Konstitusi soal pencantuman aliran kepercayaan dalam KTP memicu konflik sosial. Putusan MK tersebut membuat celah bagi aliran kepercayaan menempati posisi yang sama dengan agama. Padahal, keduanya berbeda.

"Aliran kepercayaan tidak dapat disamakan dengan agama. Agama kan punya kitab suci sementara aliran lahir dari budaya masyarakat," kata Djan dalam konferensi pers di Kantor DPP PPP Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (14/11/2017).

Dia menambahkan, implementasi putusan MK tersebut juga dianggap sulit. Sebab, akan menghadap-hadapkan agama dengan aliran kepercayaan.

Lebih jauh, dia meyakini putusan itu akan berdampak pada elektoral Presiden Joko Widodo pada Pemilu 2019. "MK tidak mempertimbangkan secara menyeluruh implikasi yang timbul dari putusan tersebut dan hanya mempertimbangkan hak asasi manusia," ungkapnya.

Sebulumnya, MK mengabulkan perkara  97/PUU-XIV/2016. Perkara itu diajukan oleh Nggay Mehang Tana, Pagar Demanra Sirait, Arnol Purba dan Carlim.


#aliran kepercayaan
#mahkamah konstitusi
#ktp
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)