logo rilis

Potensial, Lahan Rawa Mampu Dukung Pertanian Berkelanjutan
Kontributor
Elvi R
29 Maret 2018, 15:05 WIB
Potensial, Lahan Rawa Mampu Dukung Pertanian Berkelanjutan
Lahan Rawa Kapuas. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Upaya peningkatan produksi pangan ke depan diarahkan pada lahan-lahan suboptimal termasuk lahan rawa. Pengembangan lahan rawa untuk pertanian memerlukan beberapa hal, seperti teknologi pengelolaan lahan dan air, teknologi budi daya sepesifik lokasi, kondisi sosial ekonomi masyarakat, kelembagan, sampai sarana prasarana yang memadai.
 
Ketua Tim Penyusun Buku Serial Pembangunan Pertanian 2018 mengenai lahan rawa DR. Made Subiksa mengatakan, dalam rangka penyusunan buku ini Biro Perencanaan Kementerian Pertanian melakukan indentifikasi dan survei lapangan pada lahan rawa lebak dan pasang surut di Kabupaten Kapuas.

Identifikasi ini dilakukan bersama tim dari Balai Peneltian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Balai Penelitian Tanah (Balitanah), dan BPTP Kalteng. Adapun koordinasi kebijakan pembangunan lahan rawa dilaksanakan di Dinas Pertanian Kapuas untuk memperoleh data mengenai, pertama potensi sumberdaya lahan rawa pasang surut dan rawa lebak. Kedua, infrastuktur termasuk jajaringan tata air, alat dan mesin pertanian atau alsintan, sarana dan prasarana, seperti benih dan pupuk, 

"Ketiga SDM dan kelembagaan petani dan penyuluhan, serta keempat produktivitas dan pascapanen," ungkap Subiksa di Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Menurutnya, Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan teknologi spesifik lokasi yang layak dikembangkan di lahan rawa dengan sasaran akhir konservasi dan peningkatan produksi komoditas pertanian. Pengembangan lahan rawa dilakukan melalui empat subsistem, yaitu subsistem pengembangan lahan, budidaya, mekanisasi dan pascapanen, serta kelembagaan petani dan penyuluhan. 

"Inovasi pertanian bisa dijadikan landasan bagi pengembangan model-model percepatan pembangunan pertanian di lahan rawa lebak dan rawa pasang surut," pungkasnya.

Sumber: Humas Balitbangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)