logo rilis
Potensi Panen di Banten Capai 94 Ribu Ton 
Kontributor

06 Juli 2018, 11:30 WIB
Potensi Panen di Banten Capai 94 Ribu Ton 
FOTO: Humas Kementan

RILIS.ID, Jakarta— Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi, menyebutkan potensi panen di Pandeglang dan Lebak, Provinsi Banten di bulan Juli dan Agustus sebesar 91,9 ribu ton dan 94 ribu ton setara beras.

"Dengan potensi tersebut, menjadi peluang emas bagi kita semua untuk membantu Bulog dalam percepatan pengadaan beras untuk mengisi cadangan pangan," kata Agung ketika memimpin rapat koordinasi (rakor) Sergap di kantor Sub Divre Lebak, Provinsi Banten, Jumat (6/7/2018).

Rapat koordinasi tersebut, dalam rangka akselerasi penyerapan gabah/beras petani oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) sub divisi regional Lebak.

"Sub Divre ini kan membawahi Lebak dan Pandeglang. Nah, saya dapat laporan dari Dinas Pertanian Provinsi bahwa panen di dua wilayah ini masih tinggi, makanya saya kemari dan benar masih banyak panen di mana-mana," jelas Agung.

Sementara itu, Kepala Bulog Sub divre Lebak, Sajaka, juga optimis serapan gabah atau beras di wilayahnya bisa terealisasi seperti yang ditargetkan yaitu 22,8 ribu di bulan Juni hingga Agustus.

"Kita akan terus upayakan serapan beras ke petani agar target Sergap di Lebak dan Pandeglang tercapai," ujar Sajaka.

Ketua Gapoktan Sinar Malimping, H. Ati Muflihat, juga menyampaikan kesiapannya mendukung percepatan serapan gabah/beras.

"Panen masih banyak di bulan ini, kami sanggup bekerja sama. Sekarang pun saya akan PO (purchasing order) 100 ton," ujar Ati Muflihat.

Tidak hanya itu saja, 7 Gapoktan yang hadir dalam rakor juga telah menandatangani PO yang sama sehingga diperoleh 270 ton setara beras pada hari itu.

Agung yang menyaksikan langsung penandatanganan PO antara Gapoktan dan Sub Divre Bulog, berharap agar penjualan beras ke Bulog terus dilakukan.

"Saya berharap tidak hanya hari ini saja ya PO-nya, pekan depan setelah realisasi ajukan PO baru lagi ke Bulog," ujar Agung.

"Baik pak kami siap," jawab Ati dan anggota gapoktan lainnya secara spontan.

Agung juga menyampaikan dalam rangka percepatan sergap, harus dilakukan 6 langkah.

Pertama, mempermudah dan memperluas kerjasama antara bulog dengan mitra.

Kedua, memperbesar volume kontrak atau order.

Ketiga, fokus pada beras medium minimal 1 juta ton pada bulan Juli hingga Agustus.

 Keempat, mempercepat realisasi order dengan turun ke lapangan.

Kelima, pembelian gabah/beras tidak kena pajak penghasilan

Keenam, koordinasi gapoktan dan mitra dengan Bulog agar mempercepat pengadaan.

Agung yang didampingi Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Benny Rahman mengajak seluruh peserta rakor yaitu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Kepala BPTP Provinsi Banten, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lebak, Dinas Pertanian dan Perkebunan Lebak, Kepala Sub Divre Lebak, turun langsung ke lapangan memanfaatkan potensi panen di bulan Juli hingga Agustus ini agar target serapan gabah tercapai.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID