logo rilis
Poros Ketiga, LIPI Sebut Capres Harus Bersih dari Citra Masa Lalu
Kontributor
Nailin In Saroh
28 Maret 2018, 13:00 WIB
Poros Ketiga, LIPI Sebut Capres Harus Bersih dari Citra Masa Lalu
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Indria Samego menilai, wajar wacana pembentukan poros ketiga atau poros alternatif dalam Pilpres 2019 mendatang. Namun, menurutnya, poros ini harus memilih sosok yang bersih dan bebas dari citra buruk di masa lalu.

“Kalau bisa cari yang lebih bersih dan bebas dari citra buruk di masa lalu,” ujar Indria, Rabu (28/3/2018).

Belakangan, mencuat kembali kasus lama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar semasa menjadi Menteri. Disinyalir hal ini merupakan upaya penguncian inisiator pembentukan poros ketiga pada Pilpres 2019.

Poros ketiga pun kemungkinan akan kehabisan sosok lantaran putra Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (AHY) juga dinilai belum layak untuk maju sebagai capres.

Kendati demikian, Indria menyebutkan sosok-sosok seperti Ekonom senior Rizal Ramli pantas menjadi calon yang dipertimbangkan oleh poros ketiga.

“Rizal terkenal bersih dan bebas dari citra buruk di masa lalu. Secara pribadi siapa saja harus didorong. Syaratnya jangan membohongi rakyat,” tukasnya.

Sebelumnya, Politisi Partai Demokrat, Andi Nurpati Baharudin mengakui pihaknya sengaja memunculkan ide adanya poros alternatif pada pemilihan presiden 2019 mendatang.

Poros alternatif ini, katanya, dimunculkan untuk memberi pilihan bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang tidak hanya sebatas pada sosok Joko Widodo, dan Prabowo Subianto saja.

"Saya menegaskan, bahwa saya yang memiliki ide untuk menyebut istilah poros alternatif. Dengan pemikiran bahwa masyarakat diberikan alternatif pilihan untuk memilih pemimpin yang tidak hanya itu-itu saja. Sekaligus, mampu menyelesaikan keterpurukan ekonomi," katanya kepada rilis.id, di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)