logo rilis
Polwan Asal Kalbar Selamat dari Tragedi Mako Brimob
Kontributor
Kurniati
15 Mei 2018, 05:25 WIB
Polwan Asal Kalbar Selamat dari Tragedi Mako Brimob
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— AKP Sulasti, seorang polisi wanita (polwan) asal Kalimantan Barat ini berhasil lolos dari maut saat kerusuhan terjadi di Rutan Mako Brimob, Depok Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Tidak banyak yang tau sosok Sulastri. Saat kerusuhan tersebut, ia mendapatkan luka di kepala sebelah kanan dan bagian bawah mata kirinya.

Cawagub Kalbar nomor urut 2, Suryadman Gidot, hadir khusus untuk mengunjungi Sulastri yang merupakan warga Bengkayang, Kalbar, kampung halamannya.

"Saya pikir yang pertama ini adalah dalam rangka membangun hubungan keluarga, mereka bagian dari masyarakat Kabupaten Bengkayang," kata Gidot di Jakarta, Selasa (14/05/2018).

Cawagub Kalbar nomor urut 2 ini pun mengungkapkan kebanggaannya pada AKP Sulastri yang mengorbankan jiwa raga untuk mengabdi pada negara dan bangsa. 

Ia berharap AKP Sulastri bisa segera pulih.

"Kita semua berbangga ada orang Bengkayang yang bisa mengabdikan diri untuk bangsa dan negara. Hal ini luar biasa dan saya tetap mendukung tugas dan tanggung jawabnya, kita sangat senang bisa berkunjung ke sini melihat keadaanya sudah mulai pulih. Semoga tidak lama lagi bisa bekerja untuk bangsa dan negara kembali," ungkapnya.

Selain itu, Gidot juga mengecam adanya tindakan terorisme yang terjadi di Indonesia. 

Menurutnya hal tersebut selain membuat masyarakat tidak tenang, aksi teror itu juga dapat menghambat kemajuan di Indonesia. 

"Menurut saya, siapa pun kita, kejahatan seperti terorisme tidak boleh ada di Republik ini, kita harus sepakat mulai dari Pemerintah Pusat, Provinsi hingga Kabupaten Kota bersama rakyat harus melawan karena merupakan bagian dari perlambatan proses kemajuan bangsa dan negara kedepan, oleh karenanya kita tidak mentolerir," ujarnya.

Jika semua masyarakat bersatu padu, maka teror di Indonesia akan hilang.

"Kita harus bersatu padu bergandengan tangan agar teroris tidak boleh ada dinegara kita karena berbahaya, dan mengancam keamanan serta ketentraman, kenyamanan masyarakat. Dengan dalih apapun, menurut saya Teroris tidak boleh ada di NKRI," pungkasnya.
 


500
komentar (0)