logo rilis
Polri Dianggap Tak Serius Usut Kerusuhan Rutan Brimob
Kontributor
Fatah H Sidik
29 Mei 2018, 19:58 WIB
Polri Dianggap Tak Serius Usut Kerusuhan Rutan Brimob
Kerusuhan. ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi

RILIS.ID, Jakarta— Polri dianggap tak serius mengusut kasus kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Brimob, Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5/2018). Sebab, sampai kini belum diumumkan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

"Sudah 20 hari kasus kerusuhan di Rutan Brimob, tapi hingga kini Polri belum juga mengumumkan dan mencopot pejabat Kepolisian yang harus bertanggung jawab," ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, via siaran pers yang diterima rilis.id di Jakarta, Selasa (29/5).

Karenanya, IPW mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencopot pejabat Polri yang bertanggung jawab atas kerusuhan tersebut. Apalagi, lima anggota Korps Bhayangkara tewas pada kejadian itu.

"Kapolri pernah beberapa kali mengatakan, jika ada pejabat Polri yang tidak becus menjalankan tugasnya, seperti Kapolres atau Kapolda kecolongan di wilayah tugasnya, akan segera dicopot dari jabatannya," katanya mengingatkan.

Tito pun diminta segera mengumumkan para pelaku pembantaian terhadap lima polisi yang gugur di Rutan Brimob. "Ini perlu segera dilakukan Polri untuk rasa keadilan bagi keluarga korban. Sehingga, lima polisi itu tidak terkesan mati konyol tanpa diketahui siapa pembunuhnya," jelasnya.

Kelima anggota yang meninggal dunia, yakni Iptu Yudi Rospuji Siswanto, Aipda Denny Setiadi, Brigadir Fandy Setyo Nugroho, Brigadir Satu Syukron Fadhli, serta Brigadir Satu Wahyu Catur Pamungkas.


komentar (0)