logo rilis

Polri Bantah Sita Alquran sebagai Barbuk Tindak Pidana Terorisme
Kontributor
Nailin In Saroh
19 Mei 2018, 17:00 WIB
Polri Bantah Sita Alquran sebagai Barbuk Tindak Pidana Terorisme
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto_1. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Kepolisian Negara Republik Indonesia membantah melakukan penyitaan Alquran sebagai barang bukti. 

Hal ini ditegaskan Polri menanggapi munculnya petisi menolak Alquran sebagai barang bukti tindak pidana terorisme.

"Bahwa adanya petisi tentang kitab suci Alquran sebagai barang bukti, maka saya nyatakan tidak pernah ada penyitaan kitab suci Alquran sebagai barang bukti," tegas Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto dalam pesan tertulisnya, Sabtu (19/5/2018).

Sementara, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal menerangkan, 90 persen penyidik Detasemen Khusus Antiteror juga memiliki satu aqidah terkait Alquran. Menurut Iqbal, semuanya memahami betapa sucinya Alquran. 

"Kadensusnya pun sangat taat ibadah dan sudah haji," jelas Iqbal.

Iqbal menambahkan, para aparat kepolisan juga memahami betapa sensitifnya soal aqidah, apalagi tentang kitab suci Alquran. Karenanya, Polri mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terhasut dengan isi petisi. 

"Penyidik sangat paham bahwa tidak ada sama sekali hubungan terorisme dengan kitab suci Alquran bahkan aksi terorisme sangat bertentangan dengan isi dan makna yang terkandung dalam Alquran," kata Iqbal menadaskan.

Seperti diketahui, muncul sebuah petisi yang berjudul 'Alquran Bukan Barang Bukti Kejahatan' di situs change.org.

Petisi itu meminta agar kitab suci Alquran tidak dijadikan sebagai barang bukti oleh polisi dalam tindak pidana terorisme. Petisi ini ditujukan kepada Kapolri, Komnas HAM, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Jaksa Agung.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)