Home » Elektoral

Politisi Gerindra: Siap Kalah Perlu Ditanamkan ke Kandidat, Timses dan Pendukungnya

print this page Kamis, 9/11/2017 | 18:52

Politisi Gerindra Nizar Zahro dalam Diskusi Publik di Jakarta, Kamis (9/11/2017). FOTO: RILIS.ID/Tio Pirnando

RILIS.ID, Jakarta— Politisi Partai Gerindra Nizar Zahro menilai, konflik dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang sering terjadi, karena calon yang kalah tidak siap menghadapi kenyataan. Sebagai politisi, seharusnya siap kalah dan menang.

"Prinsipnya bagaimana menjalankan Pilkada aman, demokratis dan damai. Harus siap dua hal, siap kalah dan siap menang. Kadang hanya siap menang saja tapi tidak siap kalah. Itu yang berbahaya," ungkapnya dalam diskusi di D'hotel, Sultan Agung, Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Anggota Komisi V DPR RI menjelaskan, jika ingin bertarung di dunia politik, sikap dewasa harus ditunjukkan. Tidak hanya calon kandidat, tetapi juga para pendukung harus menunjukkan sikap yang sama, yakni menerima kedua hal tersebut.

"Jadi, siapapun yang hendak maju dalam Pilkada serentak 2018 nanti, agar senantiasa menanamkan sikap siap kalah dan turut menularkan kepada tim sukses dan massa pemilihnya. Dengan begitu, Pilkada yang aman, damai dan demokratis mudah-mudahan terwujud," imbuhnya.

Politisi asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu menerangkan jika calon dan timses tidak menerima kekalahan, UU telah memberikan kemudahan melalui jalur hukum, dengan cara mengguggat ke Mahkamah Konstitusi (MK), jika dalam kontestasi tersebut ada kecurangan dengan barang bukti yang cukup.

"Jiwa besar tim sukses harus siap dengan hasil keputusan KPU bila mana tidak siap bisa tuntut di MK," pungkasnya.

Penulis Tio Pirnando
Editor Syahrul Munir

Tags:

Pilkada 2018KandidatTim SuksesPendukungMK

loading...