logo rilis
Politisi PPP 'Banting Setir', Gara-gara Konflik Partai?
Kontributor

22 April 2018, 22:39 WIB
Politisi PPP 'Banting Setir', Gara-gara Konflik Partai?
Partai Persatuan Pembangunan. ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Banjarmasin— Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Syaifullah Tamliha, memilih menjadi senator pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Bahkan, dia orang pertama yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Selatan, Minggu (22/4/2018), sekira pukul 08.00 Wita.

"Saya sengaja memilih pagi karena sering salat duha, sehingga bisa mengawali dengan hal yang baik. Semoga dengan memasukkan berkas ini, mendapat dukungan dari masyarakat Kalsel," ujarnya usai menyerahkan berkas syarat dukungan bakal calon DPD RI. KPU Kalsel membuka pendaftaran calon senator sejak 22-26 April.

Tamliha datang mengenakan batik sasirangan biru. Dalam berkas yang diterima Anggota KPU Kalsel, Sukadji Budihardjo, dia menyetorkan 3.636 lembar kartu identitas masyarakat di tujuh kabupaten/kota. Syarat minimal, menyerahkan 2.000 Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dukungan.

Disinggung alasannya "banting setir" dari DPR ke DPD RI, mantan Sekretaris DPW PPP Kalsel ini menjawab diplomatis. "Yang penting kita jalankan tugas sebaik-baiknya, sehingga bisa memperjuangkan kemajuan daerah," dalihnya.

Tamliha merupakan Anggota Fraksi PPP DPR RI 2014-2019 dan duduk di Komisi I. Kali pertama masuk Senayan pada 2009 silam dan ditugaskan di Komisi IV. 

Di sisi lain, sampai kini PPP terpecah menjadi dua kubu, antara kepemimpinan Romahurmuziy dan Djan Faridz. Namun, kubu Romy, sapaan Romahurmuziy, menganggap konflik sudah selesai dengan keluarnya putusan pengadilan.

Selain Tamliha, ada tokoh lain yang mendaftar sebagai bakal calon DPD RI asal Kalsel. mantan Anggota DPD, Gusti Farid Hasan Aman. "Moga saya kembali didukung penuh masyarakat," ucapnya berharap.

Sementara itu, Komisioner KPU Kalsel, Sukadji Budiharjo, menerangkan, ada tiga orang lain yang juga mendaftar selain Tamliha dan Gusti Farid. Mereka adalah Habib Abdurrahman Bahasyim, Habib Hamid Abdullah, serta Samsani Ramsas.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)