logo rilis
Politisi Golkar Ini Terseret Arus Kasus Bakamla
Kontributor
Tari Oktaviani
15 Mei 2018, 12:32 WIB
Politisi Golkar Ini Terseret Arus Kasus Bakamla
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Dalam penyidikan kasus dugaan suap pembahasan dan pengesahan proyek Satelit Monitoring (Satmon) milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun anggaran 2016, Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap politisi Golkar.

Mereka adalah Ketua DPD Golkar Jakarta Utara (Jakut), Olsu Babay dan Sekretaris DPD Golkar DKI‎, Basri Baco. Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk rekannya yang juga politisi Golkar, Fayakhun Andriadi.

"Mereka diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka FA (Fayakhun Andriadi)," kata Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi, Selasa (15/5/2018).

Selain itu ada pula Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Askolani yang juga turut diperiksa penyidik. Dalam hal ini ketiganya diduga mengetahui aliran uang suap yang menyeret Politikus Golkar, Fayakhun Andriadi tersebut.

Dalam kasus ini Fayakhunl ditetapkan sebagai tersangka. Fayakhun diduga menerima ‎hadiah atau janji berupa uang setelah memuluskan anggaran proyek Bakamla. Dia mendapatkan imbalan 1 persen dari proyek senilai Rp1,2 triliun atau sebesar Rp12 miliar.

Selain itu, Fayakhun juga diduga menerima dana suap sebesar 300 ribu Dollar Amerika. Uang tersebut diduga diterima Fayakhun dari proyek pengadaan di Bakamla.

Sejumlah uang yang diterima Fayakhun tersebut berasal dari Direktur Utama Melati Technofo Indonesia (PT MTI), Fahmi Dharmawansyah melalui anak buahnya, M. Adami Okta. Uang tersebut diberikan dalam empat kali tahapan.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menjerat sejumlah pihak yang diantara yakni, dua pejabat Bakamla, Nofel Hasan dan Eko Susilo Hadi, serta tiga petinggi PT Melati Technofo Indonesia, Fahmi Dharmawansyah, M. Adami Okta, dan Hardy Stefanus.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)